- Presiden Prancis Emmanuel Macron menyambut baik pengumuman gencatan senjata selama dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran.
Macron menegaskan bahwa perdamaian jangka panjang di kawasan hanya bisa dicapai melalui dialog dan negosiasi. Hal ini disampaikan menyusul ketegangan yang meningkat di Timur Tengah sejak akhir Februari lalu.
“Kami menantikan hari-hari dan minggu-minggu ke depan. Semoga ini benar-benar dipatuhi di seluruh kawasan dan memungkinkan penyelesaian jangka panjang terkait isu nuklir, balistik, dan regional yang berkaitan dengan Iran,” ujar Macron dalam pernyataan di Paris pada Rabu (8/4/2026).
Meski menyambut baik, Macron mengingatkan bahwa situasi di sekitar Selat Hormuz dan operasi militer Israel di Lebanon tetap menjadi isu yang sangat sensitif.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan penangguhan serangan terhadap Iran selama dua minggu dengan syarat pembukaan kembali Selat Hormuz untuk jalur minyak dunia.
Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengonfirmasi bahwa delegasi Iran dan AS dijadwalkan bertemu di Islamabad pada Jumat (10/4/2026) untuk melanjutkan negosiasi final.
Konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran ini sebelumnya telah memicu kekhawatiran global terkait stabilitas ekonomi dan keamanan pasokan energi dunia.