Taman Huntap Duyu, Dari Hunian Penyintas Jadi Destinasi Favorit di Kota Palu
Regina Goldie April 09, 2026 12:29 PM

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Taman Hunian Tetap ( Huntap Duyu ) di Kota Palu bukan sekadar destinasi wisata biasa. Kawasan ini memiliki nilai sejarah yang kuat sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana gempa, tsunami, dan likuefaksi yang melanda Kota Palu pada 28 September 2018.

Huntap Duyu dibangun oleh pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai lokasi relokasi bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana tersebut. 

Kawasan ini menjadi salah satu titik hunian tetap yang disiapkan selain Tondo dan Talise, sebagai bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi nasional. 

Sebanyak sekitar 230 unit rumah dibangun di kawasan ini untuk para penyintas. Hunian tersebut dilengkapi dengan infrastruktur dasar seperti jalan lingkungan, fasilitas air bersih, serta ruang terbuka untuk menunjang kehidupan masyarakat yang direlokasi. 

Baca juga: Polres Sigi Dorong Kesadaran Hukum Pelajar, Tekankan Pencegahan Kekerasan Anak di Sekolah

Seiring waktu, Huntap Duyu tidak hanya berfungsi sebagai kawasan permukiman, tetapi juga berkembang menjadi ruang publik yang menarik perhatian masyarakat. Berlokasi di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, kawasan ini berada di kaki pegunungan yang memberikan panorama alam Kota Palu dari ketinggian.

Dari titik ini, pengunjung dapat menikmati pemandangan khas yang sering disebut sebagai “lima bentang alam”, yakni perpaduan antara teluk, laut, sungai, pegunungan, dan perbukitan dalam satu sudut pandang. 

Keindahan ini menjadikan Huntap Duyu sebagai salah satu lokasi favorit warga untuk bersantai, terutama saat sore hari. 

Tak heran jika kawasan ini kerap ramai dikunjungi masyarakat, bahkan menjadi tempat ngabuburit saat bulan Ramadan.

Selain panorama alam, fasilitas seperti taman bermain, spot foto, dan ruang berkumpul turut menambah daya tarik kawasan tersebut. 

Baca juga: Disbunak Sulteng Perketat Pengawasan Hewan Kurban Jelang Idul Adha 1447 H

Menariknya, di sekitar area taman juga hadir para pelaku usaha kecil yang menjajakan aneka makanan dan minuman.

Kehadiran mereka memberikan kenyamanan tambahan bagi pengunjung yang ingin bersantai sambil menikmati kuliner lokal.

Di sisi lain, pemerintah Kota Palu juga terus mendorong pengelolaan kawasan Huntap Duyu agar tetap tertata dan nyaman.

Kawasan ini bahkan disebut sebagai hunian percontohan pascabencana yang memiliki nilai strategis, baik dari sisi sosial maupun tata ruang. 

Selain sebagai tempat tinggal, Huntap Duyu kini juga menjadi simbol kebangkitan masyarakat Palu.

Dari lokasi relokasi yang dibangun karena bencana, kawasan ini bertransformasi menjadi ruang hidup sekaligus destinasi wisata yang memberi harapan baru.

Baca juga: Penertiban Reklame di Kota Palu, 115 Unit Baliho Dibongkar Sepanjang 2023-2025

Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kebersihan dan fasilitas yang ada.

Partisipasi bersama dinilai penting agar kawasan ini tetap nyaman dan berkelanjutan sebagai ruang publik.

Kini, Taman Huntap Duyu bukan hanya tentang masa lalu yang penuh duka, tetapi juga tentang masa depan yang tumbuh dengan harapan, menjadi tempat di mana kehidupan kembali dibangun, sekaligus ruang bagi masyarakat menikmati keindahan Kota Palu dari sudut yang berbeda. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.