BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Manajemen Bandara Internasional Syamsudin Noor menyebut sulitnya tiket ke Banjarmasin terjadi karena jumlah penumpang datang masih lebih tinggi daripada yang berangkat.
General Manager Bandara Syamsudin Noor, Stefhanus Milyas Wardhana, mengatakan bahwa Kondisi ini dipicu libur panjang pasca libur Lebaran dan Paskah.
“Adanya liburan tambahan di awal April ya, yaitu adanya libur Paskah. Mungkin itu yang membuat beberapa nambah cuti Lebaran, WFH (Work From Home), terus nambah cuti sehingga baru balik di periode-periode ini. Karena itu tadi, kedatangan masih mendominasi untuk di saat-saat ini,” ujarnya.
Selain itu, banyak penumpang memesan tiket secara mendadak atau tidak merencanakan penerbangannya di awal seperti membeli tiket pulang-pergi (pp).
“Jadi kalau memang sifatnya dadakan, kembali lagi bisa dilihat dari jumlah ketersediaan pesawatnya pada hari itu. Kami secara berkala di media sosial kami menyampaikan jadwal kedatangan dan jadwal keberangkatan. Di situ disampaikan bahwa hari ini akan ada sekian flight, mungkin bisa dicek dari sana,” ujar Milyas.
Baca juga: BREAKING NEWS- Elsa Kesulitan Pulang dari Bali ke Banjarmasin, Rela Beli Tiket Bisnis Rp18 Juta
Baca juga: Sosok Mahasiswi UIN Antasari Korban Kecelakaan Banjarbaru, Dinilai Asik Saat Diskusi dan Pandai
GM Bandara Syamsudin Noor mengimbau calon penumpang memesan tiket lebih awal atau merencanakan penerbangan, terutama saat periode libur.
“Kalau secara ideal, perencanaan akan perjalanan itu diharapkan bisa dilakukan lebih awal. Sehingga ketersediaan tiket perjalanan itu sudah diperoleh. Namun ya itu kembali lagi tergantung dari kondisi masing-masing,” sebutnya.
Milyas juga mengungkapkan pasca Lebaran, jumah penumpang di Bandara Syamsudin Noor rata-rata berada di angka 7.000 hingga 9.000 per hari dengan penerbangan sebanyak 70 hingga 80 per hari.
(Banjarmasinpost.co.id/Rizki Fadillah)