Selat Hormuz Dibuka Usai Trump dan Iran Sepakat Gencatan Senjata, Akankah Harga BBM Ikut Turun?
Putra Dewangga Candra Seta April 09, 2026 03:32 PM

 

SURYA.co.id – Kabar yang ditunggu-tunggu pasar energi dunia akhirnya tiba.

Iran resmi membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz setelah sempat diblokade selama 39 hari akibat konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Pembukaan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata sementara selama dua minggu, hasil mediasi Pakistan.

“Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir… saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu,” tulis Trump di Truth Social, Selasa (7/4/2026), dikutip SURYA.co.id dari Tribunnews.

“Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah!... kami telah memenuhi dan melampaui semua tujuan militer,” lanjutnya.

Bagi masyarakat Indonesia, ini bukan sekadar dinamika geopolitik.

Terbukanya jalur utama distribusi minyak dunia langsung menekan harga minyak mentah global, yang berpotensi menjadi sinyal kuat bagi turunnya harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax.

Harga Minyak Mentah Merosot Pasca-Pengumuman

ANGGARAN MEMBENGKAK - Foto diambil dari Facebook The White House, memperlihatkan Presiden AS Donald Trump dalam unggahan pada Minggu (5/4/2026). Trump mengajukan anggaran militer yang fantastis untuk ambisinya berperang dengan Iran.
ANGGARAN MEMBENGKAK - Foto diambil dari Facebook The White House, memperlihatkan Presiden AS Donald Trump dalam unggahan pada Minggu (5/4/2026). Trump mengajukan anggaran militer yang fantastis untuk ambisinya berperang dengan Iran. (Facebook The White House)

Tak butuh waktu lama, pasar langsung merespons positif.

Harga minyak mentah acuan global seperti Brent dan WTI dilaporkan turun tajam dalam hitungan jam setelah pengumuman pembukaan Selat Hormuz.

Secara estimasi pasar:

  • Harga Brent turun sekitar USD 4–6 per barel
  • WTI melemah di kisaran USD 3–5 per barel

Penurunan ini dipicu berkurangnya premi risiko geopolitik.

Selat Hormuz selama ini dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, sehingga gangguan sekecil apa pun langsung mengerek harga.

Kini, dengan dibukanya jalur tersebut selama 14 hari, pasar memasuki fase “trial period”.

"Jalur aman melalui Selat Hormuz tersedia selama dua minggu dengan koordinasi bersama angkatan bersenjata Iran," kata Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, Rabu (8/4/2026).

"Iran akan menghentikan serangan, jika serangan terhadap kami berhenti," ujarnya.
Artinya, selama periode ini stabil, tekanan harga minyak berpotensi terus menurun.

Efek Domino ke SPBU

KENAIKAN BBM - antrean panjang di SPBU Jalan Raya Jemursari Surabaya, Selasa (31/32026) malam
KENAIKAN BBM - antrean panjang di SPBU Jalan Raya Jemursari Surabaya, Selasa (31/32026) malam (Surya.co.id/Habibur Rohman)

Penurunan harga minyak dunia biasanya akan merembet ke harga BBM di dalam negeri, meski tidak instan.

Di Indonesia, harga BBM nonsubsidi seperti:

  • Pertamax
  • Pertamax Turbo
  • Dexlite
  • Pertamina Dex

sangat dipengaruhi oleh:

  • Harga minyak mentah global (ICP/Brent)
  • Kurs rupiah terhadap dolar AS
  • Biaya distribusi dan margin badan usaha

Dengan tren penurunan saat ini, analis energi memperkirakan ada peluang penyesuaian harga BBM pada pertengahan April 2026, jika kondisi stabil selama dua minggu ke depan.

Sementara itu, pejabat Gedung Putih menegaskan gencatan senjata baru berlaku setelah pembukaan Selat Hormuz benar-benar berjalan.

Negosiasi Lanjutan dan Syarat Perdamaian

Kesepakatan ini juga membuka jalan bagi negosiasi lanjutan antara Iran dan AS yang dijadwalkan berlangsung di Islamabad pada 10 April 2026.

Pembicaraan akan mengacu pada proposal 10 poin dari Iran, mencakup:

  • Keamanan Selat Hormuz
  • Pencabutan sanksi
  • Penarikan pasukan AS

Iran menegaskan negosiasi ini bukan berarti perang telah berakhir.

“Kami menerima proposal 10 poin dari Iran, dan kami yakin itu adalah dasar yang layak untuk bernegosiasi,” kata Trump.

Bagi Indonesia, dampak terbesar dari turunnya harga minyak adalah pada inflasi.

Jika harga energi turun:

  • Ongkos transportasi logistik ikut turun
  • Harga bahan pokok lebih stabil
  • Tekanan inflasi menjelang tahun ajaran baru bisa ditekan

Ini menjadi “obat penenang” bagi ekonomi domestik, terutama saat daya beli masyarakat sedang dijaga.

Selain itu, beban subsidi energi pemerintah berpotensi berkurang.

Ruang fiskal yang lebih longgar bisa dialihkan untuk sektor prioritas seperti pendidikan dan infrastruktur.

14 Hari yang Menentukan

Pembukaan Selat Hormuz selama dua minggu menjadi titik balik penting dalam konflik yang memanas lebih dari sebulan terakhir.

Kesepakatan ini adalah kombinasi tekanan militer, diplomasi, dan kepentingan ekonomi global.

“Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah!” tegas Trump.

Kini, perhatian beralih ke dua hal:

  • Stabilitas situasi geopolitik dalam 14 hari ke depan
  • Kebijakan harga BBM oleh pemerintah dan Pertamina

Jika tren ini bertahan, masyarakat Indonesia berpeluang merasakan dampaknya secara langsung, yakni harga BBM yang lebih bersahabat di pengisian berikutnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.