TRIBUNGORONTALO.COM – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,3 mengguncang wilayah Bayah, Banten, Kamis (9/4/2026) sore.
Informasi tersebut disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui rilis cepat gempa bumi yang dipublikasikan sesaat setelah kejadian.
Berdasarkan data awal BMKG, gempa terjadi pada 9 April 2026 pukul 15.34.10 WIB.
Titik gempa berada di koordinat 6,92 Lintang Selatan dan 106,30 Bujur Timur.
Lokasi episenter tercatat berada sekitar 5 kilometer timur laut Bayah, Banten.
Sementara itu, kedalaman gempa dilaporkan berada di 103 kilometer.
BMKG menegaskan bahwa informasi ini merupakan hasil pengolahan awal yang mengutamakan kecepatan, sehingga parameter gempa masih dapat berubah seiring data yang terus dilengkapi.
Baca juga: Idul Adha 2026 Versi Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah, Kapan Jatuhnya? Ini Perkiraan Tanggal
Secara umum, wilayah selatan Banten merupakan kawasan yang cukup aktif secara seismik karena berada dekat jalur pertemuan lempeng di selatan Pulau Jawa.
Aktivitas gempa di kawasan ini umumnya dipengaruhi oleh subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia/Sunda, yang menjadi salah satu sumber utama gempa di wilayah selatan Jawa dan sekitarnya.
Selain itu, sejumlah struktur geologi aktif di daratan Banten dan sekitarnya juga turut membuat kawasan ini memiliki tingkat kerawanan gempa yang perlu diwaspadai. Namun, untuk kejadian kali ini, BMKG belum merinci sumber pemicu spesifik gempa tersebut.
Dari sisi kekuatan, magnitudo 2,3 tergolong gempa kecil dan umumnya tidak menimbulkan dampak berarti.
Namun, kedalaman 103 kilometer menunjukkan bahwa gempa ini termasuk gempa menengah hingga dalam.
Dalam banyak kasus, gempa dengan kedalaman seperti ini cenderung menghasilkan getaran yang lebih tersebar dan biasanya berdampak lebih kecil di permukaan dibanding gempa dangkal dengan magnitudo serupa.
Karena pusat gempa berada relatif dekat dengan Bayah, tetapi kekuatannya kecil dan kedalamannya cukup besar, potensi dampak merusak dari kejadian ini secara umum tergolong rendah.
Dampak gempa sendiri tidak hanya ditentukan oleh besar magnitudo, tetapi juga dipengaruhi oleh kedalaman, jarak episenter, kondisi tanah setempat, serta kepadatan bangunan di sekitar wilayah terdampak.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik menyikapi informasi gempa bumi.
Warga juga diminta terus memantau informasi resmi jika terdapat pembaruan parameter gempa dari BMKG.
Saat merasakan getaran, masyarakat disarankan untuk segera menjauhi benda-benda yang berpotensi jatuh, kaca, atau struktur yang tidak aman.
Jika berada di dalam bangunan, lindungi kepala dan cari tempat aman seperti di bawah meja kokoh bila memungkinkan. Setelah guncangan berhenti, segera keluar menuju area terbuka secara tertib.
Selain itu, masyarakat diingatkan agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial maupun grup percakapan.
Hingga kini, data gempa tersebut masih berstatus informasi awal BMKG. Warga diimbau tetap tenang dan hanya mengacu pada sumber resmi untuk mengetahui perkembangan lebih lanjut.(*)