SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Mayoritas dari 2.758 calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim), untuk musim haji 2026 diketahui memiliki latar belakang pendidikan sekolah dasar (SD) sederajat.
Data tersebut mencerminkan, bahwa minat menunaikan ibadah haji di wilayah tersebut masih didominasi oleh masyarakat dari kalangan pendidikan dasar yang telah mengantre sejak bertahun-tahun lalu.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Lamongan, Abdul Ghofur, mengungkapkan bahwa jumlah jemaah lulusan SD yang akan berangkat pada tahun 1447 H/2026 ini mencapai 948 orang.
Menurut statistik resmi, sebaran latar belakang pendidikan para calon tamu Allah asal Lamongan ini sangat beragam. Berikut rincian datanya:
"Total kuota keseluruhan calon jemaah haji Lamongan tahun 2026 ini berjumlah 2.758 orang," ujar Ghofur kepada SURYA.co.id, Kamis (9/4/2026).
Selain tingkat pendidikan, data menunjukkan jemaah perempuan lebih banyak dibanding laki-laki. Tercatat ada 1.511 jemaah perempuan dan 1.247 jemaah laki-laki yang siap berangkat.
Ghofur menjelaskan, bahwa profil pendidikan ini dipengaruhi oleh waktu pendaftaran yang dilakukan para jemaah sekitar tahun 2012 silam.
"Saat itu, mayoritas masyarakat yang mendaftar memang berasal dari kelompok pendidikan dasar. Namun, kami memprediksi komposisi ini akan berubah 20-30 tahun lagi seiring meningkatnya tingkat pendidikan warga Lamongan," jelasnya.
Terkait administrasi, Abdul Ghofur memastikan proses penerbitan visa bagi seluruh jemaah asal Lamongan sudah rampung sepenuhnya tanpa kendala.
Manasik haji, mulai dari tingkat kecamatan hingga manasik akbar di Masjid Namira, juga telah selesai dilaksanakan untuk membekali para jemaah.
Berdasarkan data historis Kemenag Jawa Timur, Kabupaten Lamongan secara konsisten menjadi salah satu penyumbang jemaah haji terbesar di Indonesia.
Antrean haji di Lamongan, rata-rata mencapai 25 hingga 30 tahun, yang menjelaskan mengapa jemaah yang berangkat saat ini adalah mereka yang mendaftar lebih dari satu dekade lalu, saat profil demografi pendidikan masih didominasi lulusan sekolah dasar.