Gencatan Senjata AS-Iran Tak Jamin Selat Hormuz Langsung Pulih, 187 Kapal Minyak Masih Terjebak
Rustam Aji April 09, 2026 05:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEHERAN – Pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran belum mampu mengurai kemacetan pelayaran di Selat Hormuz secara instan. 

Meski Presiden AS Donald Trump telah menjanjikan jalur aman, sekitar 187 kapal tanker yang mengangkut 172 juta barel minyak mentah terpantau masih terjebak di kawasan Teluk hingga Selasa (7/4/2026) waktu setempat.

Para pelaku industri pelayaran global saat ini dalam posisi wait and see, menunggu detail teknis dan jaminan keamanan nyata dari kedua belah pihak.

Kepala Riset Global Fertmax FZCO, Daejin Lee, menyebut jendela gencatan senjata selama 14 hari yang ditawarkan Trump dianggap terlalu singkat untuk memulihkan kepercayaan pasar.

"Ada lebih dari 1.000 kapal besar terjebak. Bahkan dalam kondisi normal, membersihkan tumpukan (backlog) ini butuh waktu lebih dari dua minggu. Jendela 14 hari itu terlalu sempit," ungkap Lee, Selasa.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Keselamatan Bimco, Jakob Larsen, memperingatkan para pemilik kapal agar tidak melintas tanpa koordinasi ketat dengan militer AS dan Iran.

Baca juga: Kita Kembali atau Dijajah

Risiko Keamanan Masih Tinggi

Risiko keamanan dianggap masih tinggi mengingat blokade yang terjadi sejak 28 Februari lalu merupakan respons atas eskalasi militer di kawasan tersebut.

Krisis di Selat Hormuz, yang merupakan jalur transit bagi 20 persen pasokan minyak dan gas cair dunia, telah mengguncang ekonomi global.

 Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri kini tengah bernegosiasi intensif dengan otoritas Iran untuk membebaskan dua kapal Pertamina yang terjebak dalam blokade tersebut.

"Kami sedang menindaklanjuti hal teknis mulai dari asuransi hingga kesiapan kru untuk memastikan keselamatan kapal saat melintas nanti," ujar juru bicara Kemenlu RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela.

Meskipun permintaan pengiriman minyak ke Asia mulai melonjak menyusul pengumuman gencatan senjata, para broker kapal memprediksi pemilik kapal masih akan menunggu beberapa hari ke depan sebelum benar-benar memberikan izin berlayar. Prioritas pelintasan diperkirakan akan diberikan terlebih dahulu kepada kapal-kapal yang menuju negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik baik dengan Iran. (irawan/kps)

Baca juga: Skuad PSIS Semarang Terlunta-lunta Jelang Lawan Persiku akibat Bus Mogok di Tol Boyolali

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.