SURYA.CO.ID - Keterbatasan ekonomi bukan menjadi penghalang bagi Dwi Hardianti untuk meraih mimpi menempuh pendidikan tinggi.
Siswi kelas XII SMAN 1 Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur ini membuktikan bahwa kerja keras mampu membawanya lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.
Anak dari pasangan Ansori dan Suharsih ini berhasil diterima di jurusan Teknik Informatika, Universitas Trunojoyo Madura (UTM).
Pencapaian ini diraih di tengah kesibukan keluarganya mengelola warung sate di Kecamatan Arosbaya.
"Ayah jual sate, ibu kadang bantu. Tapi kalau pas sakit beliau di rumah. Beliau punya sakit asma," ujarnya, dikutip SURYA.CO.ID dari Kompas.com.
Baca juga: Sosok Alvira, Peserta SNBP 2026 Termuda Lolos S1 Farmasi Unair di Usia 14 Tahun
Kesadaran Dwi untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi sudah muncul sejak awal masuk SMA.
Ia memahami bahwa jalur prestasi memerlukan konsistensi nilai rapor yang terjaga selama lima semester.
"Sejak kelas 10, saya sadar untuk bisa lolos SNBP tidak bisa hanya diwujudkan dengan usaha singkat," ucapnya.
Berbekal ponsel sederhana, Dwi secara mandiri mencari informasi mengenai syarat dan ketentuan SNBP.
Fokus utamanya adalah menjaga performa akademik agar tetap kompetitif di tingkat sekolah maupun nasional.
"Sejak itu juga saya selalu berusaha menjaga nilai rapor dan nilai ujian agar bisa tetap bagus," tuturnya.
Perjalanan Dwi memilih jurusan Teknik Informatika tidak berjalan mulus.
Ia sempat menghadapi kendala komunikasi dengan orang tuanya yang belum familiar dengan prospek kerja di bidang teknologi informasi tersebut.
"Memang orangtua saya tidak memahami jurusan tersebut."
"Jadi pas awal-awal sempat tidak disetujui, namun saya minta bantuan om dan tante saya untuk menjelaskan."
"Alhamdulillah sekarang sudah mendapat restu masuk jurusan itu," ucapnya.
Dukungan keluarga akhirnya menjadi motivasi tambahan bagi Dwi. Ia semakin giat belajar untuk memastikan peluangnya di jalur SNBP semakin terbuka lebar.
"Saya semakin fokus belajar dan berusaha meningkatkan nilai setiap semester agar peluang saya di SNBP semakin besar," katanya.
Dwi menyadari bahwa keberhasilan di SNBP tidak hanya bergantung pada nilai, tetapi juga kecermatan dalam menganalisis peluang.
Ia melakukan riset mendalam mengenai keketatan jurusan yang dituju.
"Saya melihat peluang, keketatan jurusan, dan membandingkan indeks sekolah. Memilih jurusan itu bukan cuma soal minat, tapi juga soal realistis atau tidaknya nilai saya bersaing di sana," jelas Dwi.
Setelah melakukan pendaftaran pada 10 Februari 2026, ketegangan menunggu berakhir pada pengumuman resmi tanggal 31 Maret 2026.
Melalui sebuah rekaman video singkat, tampak momen haru saat Dwi bersama orang tuanya melihat hasil seleksi yang menyatakan dirinya lolos.
"Alhamdulillah, perjuangan saya dan seluruh doa serta dukungan orangtua selama ini membuahkan hasil. Saya lolos," pungkasnya.
Setelah dinyatakan lolos SNBP 2026 di UTM, ia lalu melakukan daftar ulang dan mengisi berkas serta verifikasi dokumen, Rabu (8/4/2026).
"Setelah itu, calon mahasiswa juga akan mengikuti proses penetapan UKT pada 20 April mendatang," imbuhnya.
Dwi mengatakan, keuntungan bagi calon mahasiswa yang masuk melalui jalur SNBP salah satunya yakni tidak perlu mengikuti tes tertulis seperti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), karena seleksi didasarkan pada nilai rapor dan prestasi selama sekolah.
Selain itu, untuk biaya, mahasiswa yang lolos SNBP tetap akan dikenakan UKT sesuai kemampuan ekonomi masing-masing.
Namun, memiliki peluang untuk mendapatkan keringanan UKT tergantung hasil verifikasi data ekonomi keluarga.
"Selain itu, mahasiswa juga bisa mengajukan berbagai beasiswa, seperti KIP Kuliah, jika memenuhi syarat," ucapnya.
Saat ini, perempuan yang bercita-cita menjadi pegawai bank itu juga berharap bisa mendapatkan program kuliah gratis melalui KIP kuliah.
"Saya berharap bisa mendapatkan KIP kuliah. Supaya kedua orangtua saya tidak perlu lagi membiayai kuliah saya," imbuhnya.
Wakil Rektor ll UTM, Ari Basuki mengatakan, calon mahasiswa yang telah lolos SNBP belum otomatis mendapatkan KIP kuliah.
"Untuk KIP nanti ada pengajuannya tersendiri," singkatnya.
===
Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Whatsapp Channel Harian Surya. Melalui Channel Whatsapp ini, Harian Surya akan mengirimkan rekomendasi bacaan menarik Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Persebaya dari seluruh daerah di Jawa Timur.
Klik di sini untuk untuk bergabung