Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Bupati Seram Bagian Timur (SBT) Fachri Husni Alkatiri menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025 dalam rapat paripurna DPRD, Rabu (8/4/2026).
Penyampaian LKPJ tersebut menjadi bagian dari siklus rutin penyelenggaraan pemerintahan daerah setiap tahun.
Dalam pidatonya, Bupati menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan pemerintahan.
“Penyampaian LKPJ ini merupakan bagian dari siklus rutin penyelenggaraan pemerintahan daerah secara transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Ia menjelaskan, laporan tersebut memuat berbagai kebijakan serta capaian pembangunan selama tahun anggaran 2025.
Selain itu, penyusunan LKPJ juga merupakan amanat undang-undang yang wajib dipenuhi oleh kepala daerah.
“Penyusunan dokumen LKPJ ini dilaksanakan dalam rangka memenuhi amanat undang-undang tentang pemerintahan daerah,” katanya.
Baca juga: Wedding Exhibition Swiss-Belhotel Tawarkan Diskon Pernikahan Hingga 50 Persen
Baca juga: Dugaan Korupsi Mantan Kajari Aru, Kejati Maluku Periksa Dua Saksi Baru
Bupati berharap DPRD dapat memberikan evaluasi konstruktif terhadap laporan tersebut.
Menurutnya, evaluasi DPRD menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan.
Di sisi lain, ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak.
“Keberhasilan pembangunan didukung oleh unsur pemerintah, swasta, dan masyarakat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga memaparkan kondisi demografi Kabupaten SBT.
Jumlah penduduk pada tahun 2025 tercatat sebanyak 144.172 jiwa.
Rinciannya, 72.530 jiwa laki-laki dan 71.642 jiwa perempuan.
Laju pertumbuhan penduduk tercatat sebesar 2,27 persen.
Selain itu, jumlah aparatur sipil negara (ASN) mencapai 5.285 orang yang tersebar di berbagai perangkat daerah.
Dari sisi ekonomi, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) SBT tahun 2025 mencapai Rp. 3.773,40 miliar.
Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp. 3.683,51 miliar.
Namun demikian, laju pertumbuhan ekonomi justru mengalami perlambatan.
Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 3,49 persen, turun dari 3,58 persen pada tahun sebelumnya.
“Perlambatan ini murni disebabkan oleh menurunnya produksi di beberapa sektor lapangan usaha,” tegas Fachri.
Ia menegaskan bahwa perlambatan tersebut tidak dipengaruhi oleh perubahan harga.
Meski begitu, pemerintah daerah tetap optimistis kondisi ekonomi akan kembali membaik.
Upaya peningkatan sektor produktif terus dilakukan guna mendorong pertumbuhan ekonomi.(*)