Tol Prosiwangi Dibuka Fungsional Saat Lebaran, Bondowoso Alami Lonjakan Kendaraan
Haorrahman April 09, 2026 12:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Dibukanya gerbang Tol Prosiwangi secara fungsional di Besuki, Situbondo, Jawa Timur, berdampak terhadap peningkatan volume kendaraan yang masuk ke Bondowoso selama periode arus mudik Lebaran 2026.

Data dari Dinas Perhubungan (Dishub) Bondowoso menunjukkan kenaikan volume kendaraan terutama pada kendaraan roda empat sejak akses tol tersebut mulai difungsikan. 

Peningkatan tercatat mencapai 23 persen dibandingkan volume rata-rata harian yang sebelumnya sekitar 3.843 kendaraan.

Kepala Dishub Bondowoso, Sigit Purnomo, mengatakan data tersebut dihimpun selama periode 14 Maret hingga 29 Maret 2026.

“Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 23 persen dibandingkan sebelum gerbang tol dibuka,” kata Sigit.

Dishub mencatat puncak arus mudik terjadi pada 17 Maret 2026. Pada hari tersebut, jumlah kendaraan yang masuk ke wilayah Bondowoso mencapai titik tertinggi karena meningkatnya pergerakan masyarakat yang pulang ke kampung halaman lebih awal.

Sementara itu, kepadatan arus balik tercatat pada 28 Maret 2026. Pada periode tersebut, volume kendaraan yang keluar maupun melintas meningkat tajam seiring berakhirnya masa libur Lebaran.

Baca juga: Jumlah Dapur SPPG di Bondowoso Capai 69, Libatkan 3.100 Pekerja dan Relawan

Percepat Mobilitas

Menurut Sigit, peningkatan volume kendaraan menunjukkan bahwa keberadaan akses tol memberi pengaruh besar terhadap mobilitas masyarakat.

“Dengan dibukanya gerbang tol ini, arus kendaraan yang masuk ke Bondowoso meningkat cukup signifikan,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Ia menjelaskan, akses tol membuat perjalanan menjadi lebih efisien karena waktu tempuh lebih singkat dan jalur menuju wilayah Bondowoso semakin mudah dijangkau.

Baca juga: Gudang Alat Pertanian di Prajekan Bondowoso Terbakar, Kerugian Rp 40 Juta

Dampak Ekonomi

Selain berdampak pada kelancaran lalu lintas, Dishub menilai pembukaan akses tol sementara juga memberi efek positif terhadap aktivitas ekonomi daerah.

“Arus kendaraan yang meningkat turut membawa potensi perputaran ekonomi, terutama di sektor perdagangan dan jasa,” jelasnya.

Meski demikian, Dishub tetap melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menghindari kepadatan lalu lintas, termasuk pengaturan arus kendaraan di titik rawan serta koordinasi dengan kepolisian.

“Evaluasi terus kami lakukan, terutama jika ke depan akses tol ini difungsikan kembali secara permanen. Harapannya mobilitas masyarakat tetap lancar dan aman,” tambahnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.