TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA -- Sejumlah aliran listrik di Dusun VI, Desa Rantau Kadam, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumsel, padam.
Ternyata penyebabnya karena kabel listrik milik PLN di wilayah tersebut yang nyaris dicuri.
Beruntung aksi percobaan pencurian tersebut diketahui warga yang merasa curiga lantaran hanya di wilayah mereka yang mengalami padamnya listrik.
Sesi, warga setempat, mengaku pengecekan itu berawal dari penasaran karena hanya di tempat tinggal mereka yang mengalami pemadaman.
Sementara di wilayah lain di desa yang sama, aliran listrik tetap menyala.
“Kami heran karena dusun lain masih terang. Hanya di tempat kami yang padam,” ujar Sesi kepada wartawan, Kamis (9/4/2026).
Dari hasil pemeriksaan, ditemukan kabel pada gardu dalam kondisi sudah terputus.
Warga menduga kuat kerusakan tersebut merupakan akibat dari upaya percobaan pencurian.
Sementara itu, Manajer ULP PLN Rupit Muratara, Bani Novrico, aksi upaya pencurian kabel itu diduga dilakukan pada malam hari Senin dan baru diketahui pada Selasa (7/4/2026) kemarin.
"Kabel yang sudah mereka potong tersebut merupakan kabel penghubung ke pelanggan dari trafo, namun kabel tersebut belum sempat diambil karena ketahuan warga dan kabur. Pelakunya ada dua orang," ungkap Manajer ULP PLN Rupit, Bani Novrico.
Menyikapi hal itu, dirinya mengaku sejauh ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Polsek Karang Dapo agar insiden serupa tidak terulang lagi.
Ke depan, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar dapat jeli dan dapat memantau jika menemukan adanya indikasi aktivitas mencurigakan, apalagi mereka tidak mengenakan seragam lengkap.
"Aksi percobaan pencurian itu dilakukan pada malam hari, kalau petugas PLN sejatinya dilengkapi dengan atribut lengkap, artinya bisa dideteksi," jelasnya.
Dampak dari percobaan pencurian kabel tersebut, sejumlah lampu di kawasan tersebut mati total.
Namun, hal itu tidak berlangsung lama karena petugas langsung melakukan perbaikan.
"Lampu dapat hidup kembali setelah tiga jam padam," ujarnya.
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel