Anrez Adelio Sesalkan Masalah Pribadi Jadi Konsumsi Publik: Kok Bisa Bangga Koar-koar Soal Aib?
Ulfa Lutfia Hidayati April 09, 2026 03:34 PM

Grid.ID – Aktor Anrez Adelio akhirnya muncul untuk memberikan klarifikasi perdana di Polda Metro Jaya, Rabu (8/4/2026). Kedatangannya ini merupakan jawaban atas laporan polisi yang dilayangkan oleh Priceilda Prillea (Icel) pada Desember 2025 lalu terkait dugaan kekerasan seksual dan penelantaran.

Selain membawa bukti-bukti untuk membela diri, Anrez menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap cara pihak pelapor yang mengumbar permasalahan ini ke media massa. Bagi Anrez, apa yang terjadi merupakan aib pribadi yang seharusnya tidak menjadi tontonan masyarakat luas.

Menyayangkan Sikap Pelapor

Dalam wawancara di depan Gedung Ditreskrimum, Anrez mempertanyakan motif di balik ramainya pemberitaan kasus ini. Ia merasa heran mengapa masalah yang sangat personal tersebut justru dijadikan bahan konsumsi publik oleh pihak sebelah.

"Sebenarnya gimana ya, dari awal aku ngerasa hal-hal seperti itu tuh bukan hal yang pantas untuk dipublikasikan, untuk di-koar-koarkan," ujar Anrez Adelio.

Ia bahkan melontarkan sindiran tajam mengenai sikap pelapor yang dinilainya justru bangga memperlihatkan permasalahan tersebut ke publik.

"Kok bisa bangga keluar untuk koar-koar soal aib? Aib loh. Bukan hal yang untuk dipertontonkan, bukan hal yang untuk dijadikan konsumsi publik. Menurut aku nggak etis aja," lanjutnya.

Alasan Empat Bulan Bungkam

Anrez menjelaskan bahwa keputusannya untuk tidak segera muncul di media setelah laporan masuk pada akhir tahun lalu adalah demi menghormati prosedur hukum. Ia mengaku tidak ingin menambah kegaduhan dengan saling berbalas pernyataan di ranah publik.

"Aku sudah janji untuk tidak berklarifikasi di media sebelum aku klarifikasi di yang berwenang, yang berwajib aja gitu," tegasnya.

Menurut Anrez, berbicara tanpa bukti hanya akan menimbulkan narasi yang menyesatkan.

Menanggapi tudingan serius mengenai penelantaran dan lepas tangan atas kehamilan Icel, Anrez mengklaim memiliki bukti fisik yang kuat. Ia membantah keras narasi bahwa dirinya menghilang.

Anrez menyebut pihak pelapor seolah "amnesia" karena ia mengaku memiliki bukti transfer bulanan hingga bukti dirinya menemani proses USG saat kandungan masih ada.

"Semua buktinya aku ada. Jadi jangan pernah bilang aku bukan orang yang bertanggung jawab. Aku mampu buktikan itu dan please berhenti pakai narasi-narasi seolah-olah aku jahat," pinta Anrez.

Menunggu Proses Hukum

Kasus ini memang cukup berat karena menyangkut tuduhan kekerasan seksual, ancaman penyebaran video pribadi, hingga dugaan pemaksaan aborsi. Meski pihak pelapor melalui media menuntut pertanggungjawaban, Anrez mengklaim bahwa dalam komunikasi pribadi, pihak Icel justru menolak bantuan dan hanya menginginkan proses hukum berjalan.

"Komunikasi terakhirnya dia bilang sudah nggak butuh dinafkahi, nggak butuh diurusin, nggak butuh dinikahin. Dia cuma pengen proses hukumnya dijalankan, ya wis aku turutin," pungkas Anrez.

Saat ini, Anrez Adelio masih menjalani pemeriksaan sebagai saksi terlapor. Pihak kepolisian masih terus mendalami bukti-bukti dari kedua belah pihak untuk menentukan kelanjutan kasus yang telah bergulir selama empat bulan ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.