Presiden Prabowo Subianto Resmikan Pabrik Perakitan Kendaraan Komersil Berbasis Listrik di Magelang
Muhammad Fatoni April 09, 2026 05:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersil berbasis listrik, PT VKTR atau disebut Vektor, yang berada di Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026). 

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto sangat mengapresiasi langkah yang diambil Komisaris Utama PT VKTR, Anindya Bakrie, dengan mendirikan industrial yang visioner searah dengan tantangan transformasi bangsa dan pembangunan bangsa Indonesia.

"Kita sadar bahwa sekarang tiap bangsa harus mandiri di bidang yang paling menentukan, di antaranya yang paling utama pangan, setelah itu energi. Negara sebesar kita kalau masih mau merdeka, kalau masih mau survive, bertahan hidup, mau tidak mau kita harus mandiri, energi adalah salah satu biang yang menentukan," jelas Prabowo.

Menurutnya, dalam bidang pangan, berkat kerjasama dengan berbagai pihak saat ini Indonesia sudah swasembada pangan.

Tuntutan ke depan adalah energi, dimana situasi global saat ini banyak negara cemas akan pasokan energi.

Hemat Energi

Dalam situasi tersebut, Presiden mengimbau untuk tetap waspada melalui hemat energi dan selalu optimis karena Indonesia memiliki banyak sumberdaya alam yang bisa dimanfaatkan.

"Salah satu langkah adalah dengan menggunakan listrik, listrikvikasi, memakai listrik untuk tidak lagi memakai terlalu banyak BBM dari fosil, dari karbon. Jadi inisiatif yang dilaksanakan oleh Vektor ini  bersejarah, adalah tonggak yang membanggakan," tegas Prabowo.

Presiden optimis dengan listrikvikasi 100 giga watt tersebut akan mengurangi mengurangi bahkan tidak lagi membutuhkan impor bahan bakar minyak, karena semua berbasis listrik. 

Sementara saat ini, Indonesia masih membutuhkan bahan bakar minyak 1 juta barel perhari.

"Kita akan menutup Pembangkit Listrik Tenaga Diesel di 13 titik, dengan menutup itu kita menghemat 200.000 barel per hari, ditambah dengan listrikisasi 100 giga watt, dalam 2 sampai 3 tahun ke depan kita sudah tidak memerlukan lagi impor bahan minyak, " ungkap Prabowo.

Baca juga: Presiden Prabowo Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik di Magelang

Tekan Impor BBM

Sementara itu, Komisaris Utama PT VKTR, Anindya Bakrie menjelaskan  sejak awal VKTR gagasan dasarnya decarbonisasi, yakni menuju net zero emision 2060 atau lebih cepat dan yang kedua kemandirian ekonomi, termasuk dalam ketahan energi, menekan impor BBM.

"Bagi kami, agenda ini bukan piliihan tapi ini adalah keniscayaan strategis bagi indonesia, Bapak Presiden selalu mengajarkan kita bahwa krisis seringkali menjadi ajaran kita untuk mencari batu loncatan besar. Oleh karenanya, vektor dalam bahasa fisika adalah skala dan arah, kami yakin skalanya besar  indonesia dengan Sumber Daya Alam, dan arahnya untuk kemandirian, jadi ini adalah momentum kami melihat dengan semangat dari bapak (Presiden)," paparnya.

Anindya mengaku, saat ini VKTR mempunyai kapasitas produksi bus dan truk hingga 3000 unit pertahun dan masih bisa diekspansi menjadi 10.000 unit pertahun.

Jumlah berdasarkan rasio jumlah bus yang ada di Indonesia yang mencapai 280.000 unit dan truk mencapai 6.500.000 unit 
 
"Nah yang menarik kalau seluruh bus dan truk itu terelektrifikasi menjadi kendaraan listrik ini bisa menghemat tentunya buat Indonesia sekitar 5.000 dolar per tahun dari subsidi BBM," Imbuh Anindya.

Pihaknya sengaja melirik pasar truk dan bus karena saat ini perusahaan besar dari luar negeri masih fokus pada pembuatan dan pengembangan mobil dan motor listrik. 

"Kalau dilihat jumlahnya mobil dan sepeda motor itu mencapai 20 sampai 30 juta unit yang ada di Indonesia, sementara kami memilih bus karena ini merupakan sarana transportasi massal dimana unsur penghematan bahan bakarnya akan lebih terealisasi," tutupnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.