Pemkab Minta 54 Desa di Mateng Contoh Dialog Kerukunan Umat Beragama Desa Palongaan
Ilham Mulyawan April 09, 2026 06:47 PM

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Pemerintah Desa Palongaan, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, menggelar acara Dialog Kebangsaan Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh tokoh agama, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), perwakilan Kementerian Agama dari Kabupaten dan Provinsi, serta Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah.

Baca juga: SDK dan 6 Bupati se-Sulbar Minta Pusat Tunda Aturan Belanja Pegawai 30 Persen dan Tambah TKD

Baca juga: Temui Wakil Ketua DPRD, Kanwil Kemenkum Sulbar Komitmen Lindungi KI Masyarakat Mamuju  

Acara berlangsung khidmat dan penuh antusias dari para peserta yang hadir.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Kabupaten Mamuju Tengah, Ishaq Yunus, mengapresiasi kegiatan ini. 

Menurutnya, dialog semacam ini sangat positif untuk menjaga kerukunan yang sudah terjalin baik.

"Dari dialog ini muncul ide dan gagasan untuk menjaga kerukunan beragama agar terus berlanjut," ujar Ishaq ditemui di aula kantor Desa setempat, Desa Palongaan, Kecamatan Tobadak, Kamis (9/4/2026).

Ia juga berharap pembangunan ke depan tidak hanya soal fisik, melainkan spiritual.

 "Jangan hanya fokus pada infrastruktur. Harus seimbang dengan pembinaan spiritual," tegasnya.

Ishaq pun berharap kegiatan serupa bisa menular ke desa-desa lain. 

"Kita harapkan 54 desa di Kabupaten Mamuju Tengah bisa menjadi desa sadar kerukunan umat beragama," ungkapnya.

Ishaq juga menyoroti peran penting para pemuka agama. 

"Pemuka agama terus berikan pembinaan kepada umatnya masing-masing," pesannya.

Selain itu, ia menilai FKUB perlu menjadi wadah aspirasi dan silaturahmi antar umat beragama.

"Kehadiran FKUB diharapkan membangun cinta kasih antar umat beragama. Sampai muncul rasa saling melindungi satu sama lain," tambahnya.

Empat Agama

Sementara itu, Kepala Desa Palongaan, Semuel Pampang Langi, menjelaskan bahwa dialog ini digelar untuk merawat kerukunan di desanya.

"Kegiatan ini bisa mencegah potensi konflik yang mungkin terjadi ke depan," jelas Semuel.

Ia mengungkapkan, saat ini kerukunan umat beragama di Desa Palongaan sudah terjalin sangat baik dan rukun. 

"Seluruh tokoh agama dan masyarakat terus menjaga kerukunan ini," ungkapnya.

Desa Palongaan dihuni oleh pemeluk 4 agama berbeda, yaitu Islam, Kristen, Katolik, dan Hindu. 

Meski berbeda keyakinan, mereka sudah bertahun-tahun hidup berdampingan dengan rukun. (*)

Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.