TRIBUN TIMUR.COM, MAKASSAR - Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulsel menjadi panggung politik yang penuh dinamika.
Musda Golkar Sulsel ditargetkan digelar pada April 2026 ini.
Ini menyusul rampungnya seluruh persiapan internal partai berlambang pohon beringin.
Koordinator Steering Committee (SC), Armin Mustamin Toputiri, menegaskan lima komite yang dibentuk menjadi mesin utama Musda Golkar Sulsel.
Komite-komite ini memiliki peran kunci untuk memastikan Musda berjalan lancar, tertib, dan memberi dampak strategis bagi Golkar.
“Lima komite ini bukan sekadar pembagian tugas formal, tetapi menjadi motor utama pengatur seluruh proses Musda,” ujar Armin saat ditemui di Masagena Coffee, Jl Bau Mangga, Masale, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Kamis (9/4/2026) sore.
Armin Mustamin Toputiri, menjelaskan pembagian tugas lima komite telah jelas dan terstruktur.
Komite 1 akan membahas materi, jadwal acara, dan tata tertib Musda agar semua kegiatan berjalan tertib.
Komite 2 menangani keorganisasian, kaderisasi, dan keanggotaan untuk memperkuat struktur partai di semua tingkat.
Komite 3 fokus pada program kerja serta penggalangan massa atau pemilih.
Sementara Komite 4 menyusun rekomendasi dan pernyataan politik strategis.
Baca juga: Muhidin Pastikan Musda Golkar Sulsel April 2026, Sisa Tunggu Lampu Hijau Bahlil
Komite 5 bertugas mengatur penjaringan bakal calon ketua dan mekanisme pemilihan, memastikan seluruh proses Musda berjalan efektif dan berdampak bagi kemenangan Golkar Sulsel.
“Setiap komite bekerja intensif menyiapkan semua kebutuhan teknis, dari jumlah peserta per daerah hingga tata kelola forum, sehingga Musda bisa berjalan lancar,” jelas Armin.
Lebih jauh, Armin menegaskan, Musda kali ini bukan sekadar pemilihan ketua. Musda juga membawa misi strategis yang disebut “Catur Sukses”.
Catur Sukses menjadi fokus utama kepengurusan Golkar Sulsel ke depan.
Pertama, sukses konsolidasi organisasi dengan menata struktur partai hingga ke jenjang terbawah secara sistemik.
Kedua, sukses perkaderan dan regenerasi untuk memastikan keberlanjutan kekuatan politik partai.
Ketiga, sukses program penggalangan massa guna memperkuat basis pemilih di seluruh Sulsel.
Keempat, sukses pemenangan Pileg, Pilkada, dan Pilpres sebagai target utama mengembalikan kejayaan Golkar.
Terlebih, Golkar menelan pil pahit setelah pertama kalinya kehilangan kursi Ketua DPRD Sulsel.
Padahal, Beringin Rindang selama ini identik sebagai penguasa pemilu di Sulsel.
Kehilangan itu terjadi di era kepemimpinan Taufan Pawe sebagai Ketua Golkar Sulsel.
Saat ini, kekuatan Golkar menyusut menjadi 14 dari 85 kursi DPRD Sulsel.
“Catur Sukses ini adalah beban dan tanggung jawab yang harus direalisasikan secara serius. Konsolidasi, kaderisasi, dan program penggalangan harus dilakukan secara serentak agar Sulsel kembali menjadi lumbung Golkar,” kata Armin.
Baca juga: Penyebab Sebenarnya Musda Golkar Sulsel Diundur Lagi Diungkap Muhidin
Mantan anggota DPRD Sulsel itu juga memaparkan, semua materi dan persiapan teknis Musda akan rampung sebelum rapat internal pada Sabtu (11/4/2026) nanti.
Artinya, setelah jadwal dari DPP ditetapkan, panitia tinggal menjalankan seluruh agenda yang telah disiapkan.
Salah satunya membuka penjaringan bakal calon ketua sesuai aturan juklak.
Soal jadwal Musda Golkar Sulsel, Armin menjelaskan, forum partai direncanakan digelar pertengahan April 2026, menunggu kepulangan Plt Ketua Golkar Sulsel, Muhidin M Said, dari kunjungan ke Amerika Serikat terkait perundingan investasi.
“Target kami, April ini Musda bisa segera dilaksanakan. Semua materi sudah siap, dan lima komite SC akan menjadi motor utama agar Musda ini tidak hanya sukses secara teknis, tetapi juga berdampak strategis bagi kebangkitan Golkar Sulsel,” tegas Armin.
Terpisah, Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel, Muhidin M Said, memastikan Musda partai akan berlangsung pada April 2026.
Menurut Muhidin, seluruh persiapan telah rampung dan sisa menunggu persetujuan dari Ketum DPP Golkar Bahlil Lahadalia.
“Pokoknya kita berusaha April ini karena tinggal waktu, tidak ada lagi masalah,” kata Muhidin.
Wakil Ketua Banggar DPR RI itu menyatakan, jadwal Musda sudah disampaikan ke Bahlil Lahadalia.
Oleh karena itu, pihaknya menunggu waktu tepat agar Bahlil, hadir membuka Musda Golkar Sulsel.
“Karena Ketum ini waktunya hanya bisa akhir bulan, akhir minggu, Sabtu atau Minggu,” kata Muhidin.
Menurut Muhidin, semua struktur kepanitiaan Musda telah dibentuk dan bekerja maksimal.
Hal ini termasuk Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) yang bertugas menyiapkan seluruh kebutuhan teknis pelaksanaan Musda.
“Semua persiapan sudah rampung. Dari pembagian tugas, materi, tata tertib, sampai mekanisme penjaringan bakal calon, semuanya sudah diatur. Tinggal menunggu tanggal pasti dari DPP,” tegas politisi asal Soppeng Sulsel itu.(*)