Keluarga Soroti Kejanggalan, Dua Siswi SMP Tewas dalam Kecelakaan Maut di Jembatan TITO Sangihe
Rizali Posumah April 09, 2026 08:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TAHUNA — Keluarga korban menyoroti adanya sejumlah kejanggalan dalam peristiwa kecelakaan lalu lintas tunggal yang terjadi di Jembatan TITO (Tidore–Towo), Kelurahan Tidore, Kecamatan Tahuna Timur, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

Peristiwa yang terjadi pada Minggu 22 Maret 2026 lalu ini menewaskan dua gadis remaja.

Terjadi sekitar pukul 00.55 WITA.

Kedua korban diketahui berinisial S.F.M (15) dan D.M (15), yang merupakan siswi SMP asal Kampung Mala, Kecamatan Manganitu.

Berdasarkan keterangan dari Satuan Lalu Lintas Polres Kepulauan Sangihe, kecelakaan bermula saat S.F.M mengendarai sepeda motor jenis Honda Vario 160 warna merah tanpa tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB), berboncengan dengan D.M.

Keduanya bergerak dari arah Kelurahan Tidore menuju Kelurahan Sawang Bendar.

Saat melintas di Jembatan TITO, kondisi jalan yang menanjak dan menikung tajam ke kiri diduga menjadi penyebab pengendara kehilangan kendali.

Kendaraan kemudian keluar dari lajur, masuk ke sisi kanan jalan, dan menabrak beton trotoar.

Benturan keras membuat kedua korban terpental dan jatuh di lantai trotoar, sementara sepeda motor terseret sejauh kurang lebih 12 meter.

Petugas kepolisian dari unit Pamapta 3 bersama piket fungsi Polres Kepulauan Sangihe yang dipimpin IPDA Edy Wanihi, SH segera melakukan evakuasi terhadap kedua korban yang saat itu dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Keduanya kemudian dibawa ke RSUD Liun Kendage Tahuna untuk mendapatkan penanganan medis, namun nyawa keduanya tidak tertolong.

Namun, salah satu pihak keluarga mengaku meragukan kronologi kecelakaan yang ada.

“Menurut keterangan dari pihak keluarga, kedua korban ini tidak tahu mengendarai kendaraan roda dua. Ini yang menjadi kejanggalan,” ujar salah satu keluarga saat di temui, Kamis (9/4/2026).

Selain itu, keluarga juga mempertanyakan keberadaan barang milik korban yang hingga kini belum ditemukan.

“Sampai sekarang HP salah satu korban tidak diketahui keberadaannya dan belum dikembalikan ke pihak keluarga,” tambahnya.

Sementara itu, pihak keluarga lainnya, Drs. Sem N. Makaluase, M.Sc., C.Ps., meminta agar aparat penegak hukum dapat menangani kasus ini secara profesional dan transparan.

“Statement saya ialah silakan pihak yang berwajib menangani perkara ini secara objektif dan rasional sesuai ketentuan hukum yang berlaku, supaya segera terselesaikan secara tuntas. Cuma itu, tidak usah banyak dulu bicara,” tegasnya.

Hingga saat ini, kasus kecelakaan maut tersebut masih menjadi perhatian publik dan diharapkan dapat diusut secara menyeluruh guna mengungkap fakta sebenarnya di balik kejadian yang merenggut dua nyawa remaja tersebut.

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.