PROHABA.CO, PIDIE JAYA - Banjir dadakan akibat meluapnya Krueng Meureudu kembali mengejutkan warga Pidie Jaya, Rabu (8/4/2026) malam.
Peristiwa ini memicu kepanikan karena warga masih trauma dengan banjir bandang dahsyat yang melanda daerah tersebut pada 25 November 2025.
Luapan air sungai mengalir deras dan menerjang sejumlah gampong di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua.
Melansir data yang dihimpun Serambinews.com Rabu (8/4/2026) malam, menyebutkan, air sempat meluber ke badan jalan nasional Banda Aceh–Medan.
Video berdurasi 1 menit 26 detik yang beredar di media sosial memperlihatkan air sungai meluap hingga menutup jalan nasional.
Bahkan sebuah mobil Pajero putih sempat terjebak karena banjir membawa potongan kayu ke badan jalan.
Beruntung, warga bersama petugas segera mengarahkan kendaraan sehingga sopir mobil Pajero dan kendaraan lain bisa melanjutkan perjalanan.
Selain mengganggu lalu lintas, banjir juga menerjang rumah-rumah warga di pinggir jalan nasional.
Camat Meurah Dua, Iskandar, ymelansir konfirmasikan Serambinews.com, Kamis (9/4/2026) menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat curah hujan tinggi di kawasan pegunungan.
Baca juga: Banjir Rendam Pidie Jaya, Brigjen Ali Imran Kerahkan TNI Bantu Warga
Baca juga: Terungkap, Anak di Lahat Bunuh dan Mutilasi Ibu Kandung Gara-Gara Judi Online
“Sekitar pukul 20.30 WIB, air sungai meluap menerobos ke permukiman masyarakat,” ujarnya.
Menurut Iskandar, ketinggian air mencapai di atas tumit orang dewasa dan melaju cepat masuk ke rumah warga.
Kondisi ini membuat warga tidak sempat menyelamatkan harta benda.
“Warga tidak memperkirakan terjadi banjir, sebab hujan di Pidie Jaya tidak lebat.
Namun curah hujan tinggi di pegunungan membuat Krueng Meureudu meluap.
Apalagi sungai tersebut sudah dangkal sekitar dua meter,” jelasnya.
Banjir luapan Krueng Meureudu melanda sepuluh gampong di Kecamatan Meurah Dua, antara lain Genteng, Meunasah Raya, Dayah Krueng, Meunasah Bie, Blang, Dayah Kruet, Beringin, Pante Beureune, Meunasah Lhe, dan Manyang Cut.
Sekitar pukul 21.20 WIB, banjir mulai surut.
Namun, jalan nasional berubah menjadi becek akibat terendam air.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini kembali menimbulkan trauma bagi warga yang sebelumnya menjadi korban banjir bandang 2025.
Aparat setempat menegaskan akan terus memantau kondisi sungai dan mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.
(Serambinews.com/Muhammad Nazar)
Baca juga: Mendagri Tito Karnavian Tinjau 1.500 Hektare Sawah Tertimbun Lumpur di Pidie Jaya
Baca juga: Pemerintah Aceh Usulkan Bantuan Presiden bagi UMKM Terdampak Bencana
Baca juga: 1.275 KK Masih Mengungsi, Lokasi Huntara di Pidie Jaya Dinyatakan Final