Laporan Reporter Tribunbengkulu.com, Yayan Hartono
TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA – Dampak banjir yang melanda Kabupaten Seluma pada 5 April 2026 tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga mengakibatkan kerusakan pada sektor pertanian.
Dinas Pertanian Kabupaten Seluma mencatat, sedikitnya 186,2 hektare lahan pertanian terdampak banjir.
Lahan tersebut tersebar di sejumlah kecamatan yang sebelumnya dilaporkan terendam akibat tingginya curah hujan.
Kepala Dinas Pertanian Seluma, Arian Sosial, mengatakan sebagian besar lahan yang terdampak merupakan area tanam yang sedang dalam masa pertumbuhan, sehingga berpotensi mengalami gagal panen dan menimbulkan kerugian bagi petani.
“Total sementara ada 186,2 hektare lahan pertanian yang terdampak banjir. Sebagian mengalami kerusakan karena terendam cukup lama,” ujar Arian Sosial saat dikonfirmasi Kamis 9 April 2026.
Pendataan dan Penanganan
Dijelaskan Arian, data lahan terdampak ini dihimpun berdasarkan laporan langsung dari petani melalui blanko pendataan yang telah disebarkan melalui petugas penyuluh pertanian di lapangan.
Menurutnya, mekanisme pendataan ini dilakukan untuk memastikan akurasi data sebagai dasar penyaluran bantuan kepada petani terdampak.
“Data ini kita kumpulkan dari laporan petani yang difasilitasi penyuluh. Jadi kita pastikan sesuai kondisi di lapangan,” jelas Arian.
Sebagai tindak lanjut, ucap Arian, pihaknya telah menyampaikan data tersebut kepada Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu serta pihak terkait lainnya, termasuk Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Nasional (BRRN), guna mendapatkan dukungan penanganan lanjutan.
Selain itu, ujar Arian, pihaknya juga telah menyiapkan bantuan berupa bibit tanaman yang akan disalurkan kepada petani terdampak sebagai upaya pemulihan pascabanjir.
“Kita sudah siapkan bantuan bibit untuk petani. Ini sebagai langkah awal agar mereka bisa kembali menanam setelah kondisi lahan memungkinkan,” katanya.
Pemulihan dan Imbauan
Arian menambahkan, pihaknya juga akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi lahan pertanian, termasuk memastikan kesiapan lahan sebelum dilakukan penanaman kembali.
Arian mengimbau para petani untuk tetap berkoordinasi dengan penyuluh pertanian di wilayah masing-masing, terutama dalam hal penanganan lahan pascabanjir serta pemilihan jenis tanaman yang sesuai.
“Kami minta petani tetap berkoordinasi dengan penyuluh, agar proses pemulihan bisa berjalan maksimal dan tepat sasaran,” ujarnya.
Dinas Pertanian Seluma juga akan mengusulkan tambahan bantuan ke pemerintah provinsi maupun pusat, mengingat luasnya dampak yang ditimbulkan banjir terhadap sektor pertanian di daerah tersebut.
"Dengan adanya ini, diharapkan para petani dapat segera bangkit dan kembali berproduksi, sehingga ketahanan pangan daerah tetap terjaga," sampai Arian Sosial.