Kabar Gembira! BPJN Aceh Segera Bangun Jembatan Permanen di Jalur Alternatif Wih Porak Bener Meriah
Sri Widya Rahma April 09, 2026 03:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah

TribunGayo.com, REDELONG - Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Aceh, memutuskan untuk membangun jembatan permanen di jalur alternatif Wih Porak wilayah Kabupaten Bener Meriah.

Baca juga: Pemkab Bener Meriah Mulai Berlakukan WFH, Ini Aturan yang Harus Dipatuhi ASN

Jalan alternatif ini merupakan jalur penghubung Simpang Wer Lah menuju Simpang Lancang.

Langkah ini diambil guna menjamin kelancaran akses transportasi Bireuen-Takengon setelah putusnya Jembatan Enang-enang akibat banjir bandang pada akhir November 2025 lalu.

Penjelasan Plt Kadis PUPKP Bener Meriah

Pelaksana Tugas Kepala Dinas (Plt Kadis) Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Bener Meriah, Alfahmi menyatakan bahwa pembangunan jembatan di jalur kabupaten tersebut akan segera dilakukan oleh BPJN untuk menjamin kelancaran arus lalu lintas di jalan nasional.

​"Jembatan (Wih Porak) akan dibangun permanen. Pihak balai meminta kepastian bahwa lahan di lokasi pembangunan tidak bermasalah karena statusnya adalah jalan kabupaten," ujar Alfahmi saat dikonfirmasi TribunGayo.com pada Kamis (9/4/2026).

Terkait jembatan utama Enang-enang, Alfahmi mengungkapkan bahwa pembangunan baru direncanakan pada tahun 2027. 

Keputusan tersebut merupakan hasil rapat koordinasi antara BPJN dengan Kementerian PUPR di Banda Aceh beberapa waktu lalu.

​Saat ini, jalur Wih Porak menjadi satu-satunya akses yang dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat untuk menghubungkan wilayah pesisir dengan dataran tinggi Gayo.

Baca juga: Mayoritas Alami Hujan Ringan, Berikut Prediksi Cuaca Bener Meriah Besok 9 April 2026

Anggota DPRA Soroti Keterlambatan Penangan Jalur Utama

Sementara keterlambatan penanganan jalur utama sebelumnya mendapat sorotan tajam dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Salwani. 

Ia mendesak pemerintah untuk memprioritaskan perbaikan permanen pada jalur Enang-enang tanpa menunggu hingga tahun depan.

​"Perbaikan jalur utama Enang-Enang adalah harga mati agar konektivitas wilayah tengah Aceh tidak lumpuh setiap kali hujan turun. Penanganan di Wih Porak hanya solusi jangka pendek," tegas Salwani pada Selasa (7/4/2026).

Selain masalah Enang-enang, Salwani juga menyoroti buruknya infrastruktur di sepanjang jalur nasional menuju wilayah tengah, termasuk lintasan Kertas Kraft Aceh (KKA). 

Ia mencatat adanya beberapa titik yang nyaris amblas serta penggunaan jembatan darurat (Bailey) yang masih bertahan hingga kini.

"Banyak titik jalan rusak dan tanjakan curam yang membahayakan, pihak terkait harus segera membenahi akses menuju wilayah tengah secara menyeluruh demi keamanan masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah," pungkasnya. (*)

Baca juga: Harga Kopi Gayo di Bener Meriah Hari Ini 8 April 2026 Turun, Sentuh Rp24 Ribu/Bambu

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.