TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan beruntun di jalur Parakan-Kertek, Kabupaten Wonosobo, kembali bertambah.
Terbaru, sopir truk dump Hino yang diduga menjadi pemicu kecelakaan dilaporkan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif karena luka di kepala dan dada.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Wonosobo, Agista Erikha, membenarkan adanya penambahan korban jiwa tersebut.
“Ya untuk driver truk dump Hino yang menyebabkan laka lantas itu, terakhir update tadi malam meninggal dunia di RS PKU Muhammadiyah setelah menjalani perawatan,” ujarnya saat ditemui, Kamis (9/4/2026).
Berdasarkan keterangan kepolisian, sopir truk Hino berinisial S (50) warga Cakung, Jakarta.
Erik menyebut, saat ditemukan di lokasi kejadian, korban S kondisinya sudah tidak sadarkan diri.
Posisi korban saat ditemukan berada di luar kendaraan, tepatnya di aliran drainase di sekitar lokasi kejadian.
“Ditemukan di aliran drainase, diduga ia meloncat,” ujarnya.
Baca juga: Rayuan Maut Guru Genit kepada Siswinya di Blora, Kini Terancam Sanksi
Sebelumnya, dua korban lain telah lebih dulu dinyatakan meninggal dunia, yakni pengemudi truk bak kayu berinisial D (39) warga Ciamis, Jawa Barat dan pengendara sepeda motor berinisial S (37) warga Kecamatan Kertek, Wonosobo.
Dengan demikian, total korban meninggal dalam kecelakaan ini menjadi tiga orang. Sementara dua korban luka lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Sebelumnya, Kasatlantas Polres Wonosobo, AKP Seno Hartanto menjelaskan kronologi kecelakaan tersebut.
Kecelakaan terjadi di jalur Parakan-Kertek, tepatnya di Dusun Madukoro, Desa Candimulyo, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo pada Rabu (8/4/2026) pagi.
Kejadian kecelakaan bermula saat sebuah truk dump Hino bernomor polisi B-9584-SYL melaju dari arah Temanggung atau Parakan menuju Wonosobo.
Diketahui kondisi jalan di lokasi kejadian menurun.
Setibanya di lokasi kejadian, pengemudi truk diduga tidak mampu menguasai kendaraan sehingga oleng ke kanan.
"Kendaraan truk Hino ini mengangkut muatan batu kapur yang akan didistribusikan ke sekolah rakyat," ucapnya.
Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju truk dump Canter AA-8218-OF, truk bak kayu Canter Z-8317-YD, pick up APV bernomor polisi G-1762-YD, dan sepeda motor Yamaha Vega AA-5206-BP.
Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari dan mengakibatkan kecelakaan beruntun. (ima)