Hector Souto Kritik Kepemimpinan Wasit di Piala AFF Futsal 2026: Ini Futsal, Bukan Rugby
Hasiolan Eko P Gultom April 09, 2026 05:57 PM

Hector Souto Kritik Kepemimpinan Wasit di Piala AFF Futsal 2026: Ini Futsal, Bukan Rugby

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, melontarkan kritik terhadap kepemimpinan wasit sepanjang gelaran Piala AFF Futsal 2026.

Ia menilai kualitas wasit masih perlu ditingkatkan, terutama dalam mengontrol permainan yang dinilai terlalu agresif.

Baca juga: Semifinal Piala AFF Futsal 2026: Hector Souto Siapkan Strategi Khusus Untuk Hadapi Vietnam

Hector Souto mengaku telah mengamati sejumlah pertandingan dan menemukan banyak keputusan yang kurang melindungi pemain di lapangan.

“Saya melihat beberapa pertandingan dan merasa bahwa level wasit belum cukup baik, terutama dalam membiarkan permainan berjalan terlalu agresif,” ujar Souto dalam konferensi pers jelang laga semifinal kontra Vietnam, Kamis (9/4/2026).

Hector Souto bahkan menyoroti wasit pertandingan pamungkas grup A antara Thailand dan Vietnam yang dinilainya penuh dengan kesalahan akibat tingginya intensitas permainan.

Menurutnya, dalam situasi seperti itu, wasit seharusnya lebih tegas untuk menjaga keselamatan pemain.

“Kita bisa melihat pada pertandingan kemarin antara Thailand dan Vietnam, terdapat banyak kesalahan karena kedua tim sama-sama ingin menang. Namun, para pemain tidak mendapatkan perlindungan yang cukup, dan itu adalah hal terburuk yang bisa terjadi. Hal yang paling penting adalah melindungi pemain,” bebernya.

Lebih lanjut, pelatih asal Spanyol tersebut juga menyinggung pemanfaatan teknologi video dalam pertandingan.

Hector menilai penggunaan teknologi seharusnya benar-benar memberikan dampak dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan wasit.

“Jika penggunaan teknologi video dapat membantu meningkatkan kualitas kepemimpinan pertandingan, itu sangat baik. Namun, jika hanya digunakan tanpa memberikan dampak, maka itu tidak berarti,” tegasnya.

Untuk itu, Hector Souto meminta Komite Wasit di AFF dan AFC untuk lebih memperhatikan tingkat agresivitas dalam permainan, serta melakukan evaluasi secara menyeluruh.

“Jika kita memiliki teknologi, maka kita harus memanfaatkannya. Sama seperti pelatih dan tim nasional yang melakukan analisis untuk meningkatkan taktik, teknik, dan kondisi fisik, wasit juga harus melakukan evaluasi terhadap pertandingan yang mereka pimpin,” kata Hector Souto.

“Dari yang saya lihat, para pemain bertahan cenderung terlalu agresif. Mereka membiarkan banyak pelanggaran terjadi, dan itu tidak normal. Saya berharap hal ini dapat diperbaiki dengan cara yang tepat,” lanjutnya.

Hector menegaskan bahwa kritik tersebut bukan untuk menguntungkan tim tertentu, melainkan demi meningkatkan kualitas futsal di kawasan Asia Tenggara.

Bahkan, ia menutup pernyataanya dengan peringatan tegas terkait arah permainan jika kondisi ini terus dibiarkan.

“Bukan untuk menguntungkan tim nasional tertentu, tetapi demi meningkatkan kualitas futsal di Asia Tenggara. Karena pada akhirnya, kita semua ingin meningkatkan level permainan,” jelasnya.

“Jika perilaku seperti ini terus dibiarkan, itu bukan lagi futsal, melainkan seperti rugby. Dan maaf, ini bukan rugby,” pungkas Hector

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.