Pemkab Jayapura Lakukan Pemetaan Mitigasi Bencana, Besok Rencanakan Aksi Pembersihan Sungai Jaifuri
Astini Mega Sari April 09, 2026 04:27 PM


Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Pelaksana Tugas (Plt) Sekertaris Daerah Kabupaten Jayapura Yusuf Yambeyabdi menjelaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura telah melakukan pemetaan mitigasi bencana menggunakan data tata ruang yang sudah ada dan yang baru saja dipetakan. 

Data ini akan disampaikan berjenjang kepada pemerintah provinsi dan pusat karena penanganan bencana banjir di Kabupaten Jayapura sudah masuk dalam kategori bencana permanen nasional sehingga mitigasi akan dilakukan terpusat.

"Tinggal sekarang menunggu dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) laporkan untuk melaksanakan rapat koordinasi Forkopimda untuk penanganan secara kolaboratif," ujar Yusuf saat ditemui Tribun-Papua.com, Kamis (9/4/2026).

Baca juga: Ancaman Banjir Bandang Sentani: Mengapa Bersifat Permanen dan Bisa Berulang? 

Yusuf mengatakan, dalam surat Bupati Jayapura melalui BPBD Kabupaten Jayapura sebagai lining sektor telah melakukan koordinasi dengan pemerintah Provinsi Papua termasuk membahas soal anggaran bencana. 

Pemkab juga telah menyurati Kementrian PUPR untuk melakukan pemantauan maupun pengerukan sedimen di setiap sabo dam atau bangunan penahan material. 

Upaya mitigasi akan dilakukan pada Jumat (10/4/2026) dengan membersihkan outlet Danau Sentani yang berada di Sungai Jaifuri, Kampung Yokiwa.

Dijelaskan, naiknya debet air hingga kini telah merendam beberapa kawasan pemukiman di pesisir danau, karena jalur air yang menyempit akibat kayu dan reruntuhan pohon menutupi jalan keluar air.

"Di Danau Sentani ini kita urus dua hal air dan sedimen yang masuk," kata Yusuf.

Pemkab juga akan membuat video animasi sederhana mengenai longsor yang akan terjadi ke Cycloop untuk membangun kesadaran kepada masyarakat agar tidak berkebun di kaki gunung.

"Jadi ini nanti akan diputarkan ke gereja-geraja supaya bisa mengetahui kalau berkebun ini yang akan terjadi," pungkasnya. (*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.