Teknologi ramah lingkungan ini adalah proses pengolahan sampah menjadi energi panas yang dimanfaatkan PSEL untuk menghasilkan listrik
Banjarbaru (ANTARA) - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mendorong pemerintah daerah agar pembangunan instalasi Pengolahan Sampah berbasis Teknologi Ramah Lingkungan menjadi Energi Listrik (PSEL) dicantumkan dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah agar proyek berjalan berkelanjutan selama 30 tahun.
Staf Ahli Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah KLH Hanifah Dwi Nirwana mengatakan durasi operasional PSEL hingga 30 tahun menuntut pemerintah daerah menyusun rencana jangka panjang, termasuk pasokan sampah, perawatan fasilitas, pengelolaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), dan penyusunan anggaran agar pembangunan PSEL berjalan optimal.
“Teknologi ramah lingkungan ini adalah proses pengolahan sampah menjadi energi panas yang dimanfaatkan PSEL untuk menghasilkan listrik. Keduanya harus direncanakan terpadu agar energi listrik optimal dan lingkungan tetap terjaga dari polusi,” ujarnya di Banjarbaru, Kamis.
Dalam dokumen perencanaan, kata dia, daerah wajib mencantumkan manajemen TPA, pemeliharaan IPAL, serta program pemilahan sampah dari sumber, karena hal ini menjadi bagian dari komitmen untuk menjamin keberlanjutan PSEL sebagai fasilitas energi terbarukan.
Ia menegaskan, penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) yang dilaksanakan hari ini untuk pembangunan PSEL yang terpusat di Banjarmasin, menjadi prasyarat administratif agar Keputusan Menteri LH dapat diajukan ke Danantara.
“Teknologi yang diterapkan PSEL terbukti ramah lingkungan dan efektif, namun keberhasilan proyek tetap bergantung pada kualitas sampah, dukungan administratif daerah, dan komitmen jangka panjang pemerintah daerah,” ujar Hanifah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel Rahmat Prapto Udoyo menyatakan siap mengawal kerja sama antar tiga daerah itu yakni Banjarmasin, Banjar, dan Barito Kuala, agar seluruh komitmen PKS terlaksana konsisten dan pasokan sampah ke PSEL terpenuhi.
Wali Kota Banjarmasin Yamin HR menegaskan sebagai dukungan penuh terhadap PSEL, pihaknya berkomitmen menjalankan program pemilahan sampah dari rumah tangga serta pengurangan sampah plastik agar kualitas sampah yang masuk PSEL nantinya lebih tinggi dan efisien.




