Jakarta (ANTARA) - Puteri Indonesia Tahun 2025 Firsta Yufi menilai materi dan edukasi antikorupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sangat penting untuk menjaga integritas dan kejujuran.
"Yang pasti kalau misalnya pesan buat teman-teman Puteri Indonesia, karena ini pembekalan pertama di KPK juga dan itu yang penting. Jadi, integritas dan juga kejujuran sangat-sangat penting," ujarnya dalam wawancara cegat di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Jakarta, Kamis.
Firsta menyampaikan pembekalan perdana yang diberikan kepada 45 finalis harus dapat diterapkan dengan baik dalam menjalani penyelenggaraan ajang Puteri Indonesia maupun kehidupan di masyarakat.
"Maka dari itu, seperti pesan-pesan yang tadi sudah disampaikan oleh Pak Ibnu (Ibnu Basuki Widodo/Wakil Ketua KPK), Pak Wawan (Wawan Wardiana) Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK) dan juga Bu Anjani (Kusuma Ida Anjani/Ketua Panitia Pemilihan Puteri Indonesia) harus bisa diterapkan dengan baik," ucapnya.
Dalam pembekalan materi, kata Firsta, para finalis wajib mempersiapkan mentalitas dalam menghadapi berbagai kondisi yang akan terjadi.
Selain itu, Firsta juga menegaskan prinsip yang teguh menjadi kunci penting dalam pagelaran Puteri Indonesia untuk memastikan kelayakan pribadi menjadi Puteri Indonesia 2026.
"Secara 'mentality' untuk Puteri Indonesia harus 'ready' dalam keadaan apa pun. Jadi, memang kita harus punya prinsip yang teguh. Saya bilang kepada mereka bahwa ada tiga kunci penting dalam pagelaran Puteri Indonesia dan juga dalam menjalankan kehidupan saya sehari-hari. Yang pertama ada usaha, konsistensi dan juga komitmen," katanya.
Tiga prinsip itu, kata dia, diharapkan dapat melancarkan segala proses dalam ajang Puteri Indonesia sehingga memungkinkan para finalis lebih menyesuaikan diri lebih baik.
"Melalui prinsip-prinsip itu, pasti dalam menjalani apa pun, terutama sebagai Puteri Indonesia dan tugas-tugasnya pasti akan lebih lancar dan juga lebih enjoy," ucapnya.





