WARTAKOTALIVE.COM -- Inggris memperingatkan Presiden AS Donald Trump tentang kekacauan di Iran karena gencatan senjata sejauh ini dinilai gagal dan Trump sempat bersumpah akan menghukum negara-negara NATO yang dianggap tidak membantu.
Hal itu diungkapkan Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper dalam pidatonya di Perjamuan Paskah Walikota London, Rabu (8/4/2026) malam, dilansir dari dailymail.
Ia juga memperingatkan Donald Trump untuk tidak menyerahkan kendali jalur minyak dan gas terpenting di dunia yakni Selat Hormuz kepada Iran, karena gencatan senjata yang dibanggakan Presiden AS itu tampaknya berada di ambang kehancuran.
Baca juga: Gedung Putih Klaim 10 Poin Negosiasi Iran Proposal Baru, yang Lama Dibuang Trump Beredar di Media
Menurut Yvette Cooper hal itusangat penting agar Teheran tidak diizinkan untuk memungut pajak dari kapal tanker Teluk yang melintas di Selat Hormuz.
Apalagi katanya saat ini masih di tengah kebingungan yang semakin dalam, apakah gencatan senjata sudah membuat lonjakan harga energi di Inggris berakhir atau belum.
Sebab sebelumnya pertempuran di Timur Tengah ini menyebabkan lonjakan besar harga energi di Inggris.
Menurut Yvette hak lintas di Selat Hormuz tidak boleh ditarik secara sepihak atau dijual kepada penawar individu.
"Tidak boleh ada tempat untuk bea masuk di jalur air internasional," katanya,
Seperti diketahui titik kritis terbaru dalam hubungan Transatlantik, yang berada pada titik terendah dalam beberapa dekade, muncul setelah Trump kembali mengecam sekutu NATO atas keengganan aliansi pertahanan tersebut untuk membantu AS menyerang Iran.
Selain iru Yvette Cooper menekankan perlunya penghentian segera permusuhan di Libanon, dan menegaskan bahwa gencatan senjata Iran-AS saat ini harus diperluas untuk mencakup peningkatan serangan Israel di sana.
Baca juga: Delegasi Iran ke Islamabad: Negosiasi 10 Poin dengan AS, Dibayangi Ketegangan dan Ketidakpercayaan
"Gencatan senjata selama dua minggu sebagai langkah penting menuju stabilitas regional," katanya.
Ia memuji proposal negosiasi 10 poin Iran sebagai dasar yang konstruktif untuk dialog dan memuji upaya mediasi Pakistan dalam menengahi kesepakatan tersebut.
"Sangat penting bahwa pembicaraan ini mengarah pada pengakhiran konflik secara permanen dan mencakup Libanon," kata Cooper.
Meskipun ada gencatan senjata, rezim Israel terus melakukan serangan udara dan operasi darat di Lebanon selatan.
Serangan Israel di Libanon telah menewaskan 1.530 orang dan melukai 4.812 orang selama perang Iran sejak akhir Februari 2026 lalu, menurut otoritas Libanon.