TRIBUNJATIMTIMUR.COM - Inter Milan ingin menggaet dua adik tingkat Lionel Messi. Satu nama membuat legenda Argentina turun tangan.
Jelang musim 2026/2027 mendatang, Inter Milan memiliki rencana membangun skuad dengan penuh pemain muda.
Sejumlah nama talenta muda kini masuk dalam radar Inter Milan, dengan beberapa di antaranya adalah junior Lionel Messi di Timnas Argentina.
Bahkan untuk berupaya menggaet sang pemain, Nerazzurri sampai harus mengerahkan legenda Argentina.
Baca juga: Kepastian Masa Depan Hakan Calhanoglu Bersama Inter Milan, Bertahan Atau Hengkang?
Baca juga: Manuver Inter Milan Rekrut Junior Lionel Messi, Legenda Argentina Sampai Turun Gunung
Lantas, siapa dua adik tingkat Lionel Messi yang ingin digaet Inter Milan?
Berikut ulasannya:
Pertama, terdapat nama playmaker Como, Nico Paz.
Belum lama ini, Inter Milan dilaporkan masih berharap dapat mengamankan tanda tangan Nico Paz.
Menurut Corriere dello Sport melalui FCInterNews, masa depan pemain Argentina itu berada di persimpangan jalan, karena Real Madrid bersiap untuk mengaktifkan klausul pembelian kembali.
Nico Paz meninggalkan Santiago Bernabeu untuk bergabung dengan Como pada musim panas 2024.
Selain itu, keputusan tersebut terbukti menentukan kariernya, karena pemain berusia 21 tahun itu menikmati peningkatan pesat di Stadio Giuseppe Sinigaglia.
Setelah musim pertama yang mengesankan di Serie A, Nico Paz telah meningkatkan performanya musim ini, mencetak sepuluh gol dan memberikan enam assist dalam 30 pertandingan liga.
Oleh karena itu, junior Lionel Messi di Timnas Argentina itu telah muncul sebagai salah satu pemain yang menonjol di divisi tersebut, dan Inter Milan tertarik untuk membujuknya ke San Siro.
Real Madrid menjual Nico Paz hanya seharga €7 juta dua tahun lalu. Namun, mereka dapat merekrut kembali penyerang serbaguna itu musim panas ini dengan harga serendah €9 juta.
Selanjutnya, Real Madrid memiliki niat untuk membawa pemain muda berbakat itu kembali ke La Liga, karena mereka bersiap untuk melepas beberapa penyerang.
Memang, masa depan Arda Guler, Jude Bellingham, dan Brahim Diaz sedang dipertaruhkan.
Oleh karena itu, mereka sangat ingin kembali bekerja sama dengan Paz, yang berarti Inter harus menunggu keputusan mereka sebelum melakukan langkah selanjutnya.
Berikutnya, terdapat nama rekan setim Nico Paz di Como, Maximo Perrone.
Gelandang Argentina kelahiran 2003 yang benar-benar bersinar dalam dua tahun terakhir dan yang diakuisisi Como dari Manchester City.
Melansir dari Calciomercato.com, mantan pemain City ini dianggap oleh Inter Milan sebagai pemain kaliber tinggi yang mampu bermain dalam peran gelandang bertahan yang rumit.
Meski begitu langkah Inter Milan mengamankan Maximo Perrone jauh dari kata mudah.
Pasalnya, klub sang pemain, Como, sedang fokus mengamankan tiket Eropa musim depan.
Potensi keikutsertaan klub milik orang Indonesia itu juga berpengaruh pada nilai transfer Maximo Perrone.
Sebagai informasi, Como mengakuisisi adik tingkat Lionel Messi itu dari Manchester City dengan harga sekitar 13 juta euro, ditambah 2 juta euro lagi dalam bentuk bonus.
Belum lagi Citizens juga memiliki 30 persen saham dalam penjualan kembali di masa mendatang.
Oleh karena itu, menurut laporan Calciomercato.com, Como menetapkan harga 30 juta euro bagi tim peminat Maximo Perrone.
Namun, sang pemain bisa jadi yang mendominasi negosiasi potensial ini, karena dengan memperkenalkan diri, ia dapat memfasilitasi kontak antara kedua klub, yang sempat meredup musim panas lalu ketika Inter mencoba membawa Cesc Fabregas ke Milan.
Perrone lahir di Haedo, Argentina, dan dibesarkan di akademi muda Velez.
Menurut Corriere dello Sport, wakil presiden Inter Milan dan legenda Argentina, Javier Zanetti harus turun tangan dengan berupaya untuk membujuk Maximo Perrone dan keluarganya agar mau bergabung dengan klub.
Inter bisa kehilangan Hakan Calhanoglu di posisi itu, tetapi banyak hal juga akan bergantung pada bagaimana tim dapat bereaksi dan mendukung peralihan ke lini tengah dua pemain.
Gelandang Argentina itu menunjukkan kemampuannya untuk berfungsi dengan baik dalam peran tersebut saat melawan Como, meskipun prioritas Cristian Chivu saat ini adalah mencoba mendatangkan pemain dengan atribut fisik yang lebih kuat, mirip dengan Manu Kone.
Jika kesepakatan dengan Roma tidak terwujud, strategi akan berubah, dan pemain Argentina kelahiran 2003 itu akan melesat ke puncak daftar target.
(TribunJatimTimur.com)