Kasus Anak Batita di Bitung Meninggal saat Orang Tua Cek-Cok: Tetangga Lihat Korban Lambaikan Tangan
Rizali Posumah April 09, 2026 10:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Korban sebelum meninggal, terlihat oleh tetangga kos dada - dada ke motor penguhi kos yang keluar  dari tempat kos.

Inilah sepenggal kisah dibalik perisitwa meninggalnya seorang anak usia hampir 2 tahun, di Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara.

Anak tersebut meninggal ketika orangtuanya cek-cok.

Peristiwa itu berjarak dengan Terminal Tipe A Tangkoko Manembo-Nembo Bitung 1,6 Kilometer (Km) dapat ditempuh dalam waktu lima menit pakai kendaraan.

Kamar kos tempat terjadinya kasus ini, ada di nomor 8.

Tembok depan kamar kos nomor 8 berwarna putih ungu, ada satu jendela disamping pintu masuk.

Anak tersebut meninggal disaat kedua orang tuanya Fadli Ali (30) dan Adelia Alow (20), cek-cok.

"Kejadian diantara pukul 10.00 Wita sampai 11.00 Wita usai ibu korban usai cuci pakaian," kata seorang tetangga korban saat diwawancara wartawan beberapa waktu lalu.

Ada 20 kamar di kosan tersebut.

Harga tempat kos Rp 600 ribu belum termasuk token listrik

Dari 20 kamar hanya 1 kamar kosong.

Sebagian besar penghuni kos bekerja sebagai perawat.

Menurut Pasangan suami istri Ibu Itin dan balak Frans, yang tinggal disamping kamar kos nomor 8, korban dan orantuanya baru empat hari tinggal di kos tersebut.

Saat kejadian pintu rumah tertutup.

Dari dalam kamar, mereka berdua sempat endengar mereka bertengkar.

"Kami pikir itu urusan rumah tangga. Kalau ada yang meminta tolong kami mau bantu, waktu itu tapi tidak ada yang meminta tolong," terang Ibu Itin didamlingi suaminya Frans di depan kamar kos mereka.

Menurut keduanya, selama empat hari ngekos, baru saat itu ada cek cok.

Korban kerap melakukan aktivitas di depan kamar mereka. 

Seperti memegang motor, yang terparkir di depan kamar kos. 

Sebelum kejadian, ibu korban sempat jemur pakaian di halaman beberapa meter dari kamar mereka.

"Saat orangtuanya cek cok, anak menangis terus," tambah keduanya.

"Korban sebelum meninggal, terlihat oleh tetangga kos dada dada ke motor penguhi kos yang keluar dari kamar," sambung mereka saat berbincang dengan sejumlah wartawan.

Sebelumnya kejadian itu, ibu korban  sempat telpon ibunya untuk datang ke kos.

Setelah kejadian korban sempat dibawah ibunya ke rumah orang tua di Perum Meita 2 Kelurahan Manembo-Nembo atas Kecamatan Matuari.

"Terinformasi, dari omanya korban ada riwayat penyakit jantung," tambahnya.

Mengenai perkembangan kasus itu, Kapolres Bitung AKBP Albert Zai melalui Kasatreskrim AKP Ahmad Anugrah Ari Pratama bilang, pihaknya terus mendalami sebab meninggalnya anak tersebut.

"Untuk kasus ini, kami melaksanakan asessment dan cek psikologi kepada orangtua korban," kata Kasatreskrim AKP Ahmad Anugrah Ari Pratama saat di konfirmasi jurnalis Tribun Manado Christian Wayongkere lewat sambungan WA, Kamis (9/4/2026).

Pihaknya melalui Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dalam kasus ini.

Sementara itu tanya terkait dengan hasil otopsi, mantan Kasatreskrim Polres Minsel ini menyampaikan pihaknya masih menunggu hasil.

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.