Kesaksian Warga : Kami Trauma Gempa, Kami Tidur di Luar Rumah Beralaskan Terpal dan Tikar
Hilarius Ninu April 09, 2026 11:47 PM

 

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM,Arnold Welianto

TRIBUNFLORES.COM,LARANTUKA- Trauma gempa, ratusan warga terdampak gempa di Desa Terong, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak berani masuk rumah hingga malam hari, Kamis 9 April 2026.

Kini. warga memilih tidur di luar rumah mereka masing-masing beralasan tikar dan terpal seadanya. Sejumlah anak kecil tampak tertidur dan dijaga orang tua mereka masing-masing. 

Di sepanjang jalan menuju Desa Terong dan Lamahala, sejumlah tenda darurat dibangun warga untuk bertahan ditengah kepanikan pasca gempa yang mengguncang wilayah itu. 

Amina Ateng, Warga Desa Terong, menuturkan, warga terpaksa tidur diluar rumah kerena masih trauma dengan gempa pada Rabu, 8 April 2026 malam, dan ditambah lagi dengan beberapa gempa susulan hingga Kamis petang. 

 

Baca juga: Gempa M 4,7 Guncang Lembata NTT, BMKG Catat 64 Gempa Susulan Terjadi hingga Kamis Siang

 

 

Meski demikian, warga tetap waspada dan memilih tidur diluar rumah meski beralaskan tikar dan terpal seadanya.  Warga sangat membutuhkan bantuan tikar, terpal dan selimut untuk anak-anak dan bayi balita. 

"Gempa susulan juga teralu dahsyat juga, kami memilih tidur di luar, kami masih trauma, biar kami tidur di luar rumah. Ini karpet imi aja, baru tadi adik saya pergi ambil terpal di tempatnya rumah kakak di Terong ada bantuan terpal atau kasur, " ujarnya. 

Warga mengaku belum ada perhatian dari pemerintah Kabupaten Flores Timur, pasca warga mengalami dampak akibat diguncang gempa. (awk) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.