SURYA.CO.ID, TUBAN - Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagub Jatim), Emil Elestianto Dardak, sempat melakukan pemantauan langsung ke pangkalan LPG 3 kilogram (Kg) di Kabupaten Tuban, di tengah kabar kelangkaan.
Dalam unggahan akun Instagram @emildardak, terlihat Emil Dardak telah melakukan pengecekan di salah satu pangkalan LPG di Tuban, usai menghadiri acara di Pendopo Manunggal Krida pada 31 Maret 2026.
“Kemarin katanya langka, tapi saya turun ternyata tidak semua tempat seperti itu,” ungkap Emil, dikutip SURYA.co.id.
Taufiq (52), warga Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban, sekaligus pemilik pangkalan LPG 3 kg mengungkapkan situasi di lapangan.
Menurutnya, saat Wagub Emil berkunjung ke lokasinya, memang belum ada kelangkaan yang dirasakan oleh masyarakat setempat.
Kelangkaan justru mulai terasa sekitar tiga hari setelah kunjungan tersebut, dan kondisi terparah terjadi saat adanya hari libur nasional.
“Waktu Mas Emil ke sini masih normal. Kelangkaan mulai terasa sekitar tiga hari setelah itu, apalagi ada tanggal merah,” ujar Taufiq saat ditemui SURYA.co.id, Kamis (9/4/2026).
Lebih lanjut, Taufiq menjelaskan, bahwa permintaan LPG saat ini memang tergolong cukup tinggi.
Bahkan sebelumnya, antrean warga sempat mengular dan beberapa warga rela antre sejak pagi hari demi mendapatkan LPG.
“Sampai saat ini bisa dikatakan kurang. Kemarin masih antre dan dibagi satu-satu. Mudah-mudahan dengan tambahan pasokan bisa lebih lancar,” imbuhnya.
Berikut adalah rincian pasokan rutin yang diterima pangkalan tersebut setiap minggunya:
Taufiq menegaskan, bahwa hingga saat ini proses pengiriman dari pihak agen masih berjalan lancar.
Taufiq juga memastikan, tidak ada pengurangan volume pasokan LPG 3 kg yang masuk ke pangkalannya.
“Kalau di sini pengiriman masih lancar dan tidak ada pengurangan pasokan,” tuturnya.
Meski demikian, ia sangat berharap kondisi distribusi LPG bisa segera kembali normal, agar pelayanan kepada masyarakat lebih mudah.
Hal ini juga diharapkan dapat mencegah terjadinya antrean panjang masyarakat yang membutuhkan gas elpiji.
“Kalau posisi normal saya senang, jadi tidak ribet, masyarakat juga tidak perlu antre lama,” pungkas Taufiq.