- Presiden Iran Masoud Pezeshkian memberikan penilaiannya terkait serangan Israel ke Lebanon ditengah kesepakatan gencatan senjata Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
Pezeshkian menilai tindakan Israel sebagai pelanggaran gencatan senjata.
Pezeshkian menyebut serangan Israel membuat perundingan menjadi tidak berarti.
Dilansir dari Tribunnews, Pezeshkian menyatakan serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 254 orang, Kamis (9/4).
Ia menyebut serangan ini terjadi beberapa jam setelah gencatan senjata AS-Iran disepakati
Ia juga menegaskan dukungan Iran kepada Lebanon dan tidak akan meninggalkan rakyatnya.
Militer Israel menyatakan serangan menargetkan lebih dari 100 pusat komando dan lokasi militer Hizbullah.
Selain itu, Pezeshkian juga memberikan dukungannya untuk Lebanon.
"Iran tidak akan meninggalkan rakyat Lebanon," ungkapnya, Kamis (9/4/2026)
Dalam serangan ini, selain ratusan tewas, aksi Israel juga melukai sedikitnya 1.100 orang.
Kecaman pun datang dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
PBB menyebut skala korban jiwa dan kehancuran sebagai sesuatu yang mengerikan.
Serangan ini juga ditandai sebagai sebuah peringatan ancaman terhadap stabilitas perdamaian yang rapuh di kawasan.