BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kabupaten Bangka Barat berencana merevitalisasi bangunan eks Sekolah Chung Hwa di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mentok, yang saat ini dalam kondisi memprihatinkan.
Hal tersebut terungkap saat Wakil Bupati Bangka Barat, Yus Derahman, bersama Anggota DPRD Bangka Barat Eddy Arif dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangka Barat Fachriansyah, meninjau langsung lokasi pada Kamis (9/4/2026) sore.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat kondisi bangunan yang sebagian telah rapuh dan mengalami kerusakan. Bahkan, saat berada di dalam gedung, beberapa burung walet terlihat keluar dari ruangan, menandakan bangunan sudah lama tidak terawat.
Yus Derahman menegaskan bahwa bangunan bersejarah tersebut perlu segera diperbaiki agar dapat meningkatkan daya tarik wisata sekaligus menjaga nilai sejarah Kota Mentok.
Ia pun meminta dinas terkait untuk segera melakukan perbaikan dan penataan terhadap bangunan tersebut agar dapat dimanfaatkan secara optimal
Wakil Bupati Bangka Barat, Yus Derahman, mengatakan, bangunan tersebut merupakan aset milik pemerintah daerah. Sehingga perlu diupayakan dukungan dari pemerintah pusat untuk biaya perbaikannya.
"Kita tahu kalau ini memang milik pemda, cari ke pusat pendanaan untuk perbaiki. Karena ini bangunan yang bersejarah,"kata Wakil Bupati Bangka Barat, Yus Derahman, kepada Bangkapos.com, Kamis (9/4/2026) sore.
Menurutnya, mengingat bangunan tersebut memiliki nilai sejarah. Hal yang paling utama saat ini adalah melakukan perbaikan fisik dengan mengembalikan bentuknya seperti semula.
"Terkait pemanfaatannya ke depan, bakal dijadikan apa, atau untuk kebutuhan pariwisata, itu bisa dibahas kemudian. Yang terpenting sekarang adalah bangunannya diperbaiki terlebih dahulu seperti semula," terangnya.
Senada, Anggota DPRD Bangka Barat, Eddy Arif, berharap Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dapat segera melakukan rehabilitasi terhadap bangunan eks sekolah Tionghoa tersebut.
"Mudah-mudahan ke depan bangunan cagar budaya ini bisa direhab dan dikembalikan seperti bentuk semula. Dengan begitu, diharapkan dapat meningkatkan sektor pariwisata di daerah kita kedepannya," kata Eddy.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangka Barat, Fachriansyah, menyampaikan keberadaan eks Sekolah Chung Hwa merupakan kebanggaan bagi Kabupaten Bangka Barat.
Menurutnya, bangunan tersebut akan dikembalikan seperti semula melalui kajian yang matang. Rencananya, kawasan ini akan dikembangkan menjadi museum sekaligus destinasi wisata sejarah.
"Di dalamnya nanti akan dibuat satu ruang kelas yang diisi dengan bangku-bangku seperti suasana sekolah dulu. Ini menjadi simbol kebersamaan masyarakat Tionghoa dan Melayu yang sangat membanggakan," katanya.
Ia menambahkan, pengunjung nantinya diharapkan dapat merasakan suasana historis dan nilai kebatinan dari eks Sekolah Chung Hwa. Termasuk melalui dokumentasi foto-foto yang akan dipajang.
"Konsepnya akan kita kembalikan seperti Chung Hwa School dulu, sehingga wisatawan bisa merasakan langsung nuansa sejarahnya,"tutupnya. (Bangkapos.com/Riki Pratama)