Warga Loa Kulu di Kukar Mengeluh Jalan Rusak dan Drainase Buruk, BBPJN Kaltim Bertindak
Budi Susilo April 09, 2026 09:08 PM

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Timur atau BBPJN Kaltim akhirnya memberikan kepastian terkait perbaikan jalan nasional di Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur.

Langkah konkret diambil Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.5 BBPJN Kaltim dengan turun langsung ke lapangan. 

Menanggapi keluhan warga yang sempat viral di media sosial tersebut, pihak BBPJN tak sekadar meninjau, tetapi juga menggelar diskusi hangat bersama Kepala Desa Loa Kulu dan perwakilan warga setempat guna mencari solusi permanen.

Koordinator Pengawas PPK 1.5, Randy menegaskan dalam pertemuan tersebut, terungkap fakta bahwa kerusakan jalan yang terjadi berulang kali bukan hanya soal beban kendaraan. 

Baca juga: BBPJN Kaltim Kebut Infrastruktur di Kawasan Vital Balikpapan, Fokus Dua Titik Utama

“Masalah utama ternyata terletak pada sistem manajemen air yang buruk,” sebutnya, Kamis (9/2/2026) di Samarinda, Kalimantan Timur.

Lebih lanjut saat hujan deras mengguyur, air kerap meluap dan menggenangi badan jalan karena tidak adanya saluran pembuangan yang mumpuni. 

“Hal inilah yang memicu aspal cepat mengelupas dan menciptakan lubang yang membahayakan pengendara,” imbuhnya.

Sebagai langkah awal, BBPJN Kaltim akan memprioritaskan pembangunan drainase terlebih dahulu. 

Setelah urusan air beres, barulah perbaikan badan jalan dilakukan.

Saat ini, pihak PPK 1.5 tengah mengkaji dua alternatif konstruksi yang akan diterapkan di lokasi tersebut.

Pertama overlay, pelapisan ulang menggunakan aspal. Atau kedua, penerapan perkerasan kaku penggunaan semen atau beton rigid agar jalan lebih tahan lama.

Randy menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin menunda-nunda penanganan ini. 

Jika tidak ada aral melintang, alat berat akan segera dikerahkan ke lokasi dalam waktu dekat.

Ia juga memastikan, seperti yang diharapkan warga, bahwa proyek ini tidak sekadar tambal sulam.

Baca juga: Jalan Poros Nasional Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Loa Kulu Kukar Gotong Royong Tambal Jalan Rusak

Melainkan menjadi solusi jangka panjang bagi mobilitas masyarakat yang selama ini terganggu oleh kondisi jalan rusak.

"Pekerjaan diharapkan dimulai akhir bulan April ini dengan diawali pekerjaan pembuatan drainase jalan," pungkasnya.

Secara swadaya, beberapa waktu lalu masyarakat gotong royong memperbaiki ruas jalan nasional yang rusak demi keselamatan pengguna.

Inisiatif ini muncul dari banyaknya keluhan warga yang disampaikan melalui Ketua RT hingga pemerintah desa.

Kepala Desa Loa Kulu Kota, Mohamad Rijali, mengatakan aspirasi tersebut kemudian dibahas dalam rembuk warga di RT 12.

“Setelah ada laporan masyarakat, kami tanggapi. Dari RT 12 mengusulkan gotong royong, dan kami persilakan dengan catatan tetap memahami status jalan tersebut,” ujarnya kepada TribunKaltim.co, Selasa (7/4/2026).

Rijali menjelaskan, karena jalan tersebut merupakan jalan nasional dan kerap dilintasi kendaraan perusahaan, warga tidak diperbolehkan melakukan perbaikan permanen yang mengubah struktur jalan.

“Awalnya ada usulan mengupas aspal agar lebih kuat, tapi tidak diperbolehkan. Jadi kita sepakat hanya melakukan penambalan di atas permukaan,” jelasnya.

Melalui kesepakatan bersama, warga melakukan pengecoran sederhana di titik-titik yang mengalami kerusakan. (*)

 

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.