Polisi Periksa 10 Saksi Kasus Siswa SMPN 2 Sumberlawang Sragen Tewas di Sekolah, Empat Saksi Anak
Ryantono Puji Santoso April 09, 2026 09:13 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN – Kasus tewasnya WAP (14) siswa SMPN 2 Sumberlawang Sragen terus didalami polisi.

Dari kasus ini, sudah menetapkan satu pelaku anak. 

Dia adalah DTP (14). 

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan pada 10 saksi. 

Diantaranya enam saksi dewasa dan empat saksi anak. 

Selain itu, pemeriksaan terhadap pelaku, visum, hingga autopsi juga telah dilakukan untuk mengungkap secara lengkap penyebab kematian korban.

Awal Insiden Maut Terjadi

Peristiwa tragis yang menewaskan pelajar SMPN 2 Sumberlawang terjadi di momen yang tak terduga, yakni saat transisi pergantian mata pelajaran ketika dua kelas belum diisi guru.

Celah tanpa pengawasan ini dimanfaatkan oleh dua siswa yang berujung pada perkelahian fatal.

AKBP Dewiana mengungkapkan, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 11.10 WIB di depan kelas 7C.

Saat itu, suasana sekolah tengah berada di masa pergantian pelajaran, sehingga kelas korban dan pelaku sama-sama belum mendapat pengawasan langsung dari guru.

"Saat itu di kedua kelas masih dalam transisi pergantian Mapel, kelas korban IPS dan pelaku Matematika, dan saat itu kedua kelas belum ada guru yang masuk, sehingga korban dan pelaku bisa keluar kelas dan mereka bertemu," ujar Dewiana, dalam konferensi pers di Mapolres Sragen, Kamis (9/4/2026).

Baca juga: Perantau Asal Aceh Ditangkap di Sragen, Ribuan Obat Terlarang Siap Edar Disita

Ketika keduanya bertemu ini, awalnya hanya sekedar bercanda, namun malah berujung serius. 

"Pelaku anak melakukan kekerasan kepada korban dengan tangan kosong dengan interaksi dengan tangan dan kaki dan perbuatannya dilakukan sendirian," kata Dewiana.

Perkelahian tersebut menyebabkan korban jatuh hingga tak sadarkan diri.

Korban sempat dibawa ke UKS sebelum akhirnya dilarikan ke puskesmas.

"Korban sempat dibawa ke UKS dan kemudian dilarikan ke Puskemas, terkait waktu korban meninggal dunia masih di dalam Lidik," kata dia. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.