Tribunlampung.co.id, Malang - Rayuan maut Rey, seorang perempuan yang mengaku sebagai laki-laki demi menikahi Intan Anggraeni (28).
Dikatakan Intan, dirinya dijanjikan kehidupan bergelimang harta, rumah dan mobil Lamborghini jika mau menikah dengan Rey.
Pelaku bahkan menyebut mobil Lamborghini tersebut sudah dibayar dan akan didatangkan pada saat pernikahan berlangsung.
"Katanya sudah dibayar dan akan didatangkan pada tanggal penikahan,” jelas Intan, dikutip dari Grid.
Tapi siapa sangka, iming-iming tersebut dilakukan untuk menutupi jati diri Rey yang merupakan seorang perempuan.
Baca juga: Mahar Nikah Bibit Pohon Mangga, Pengantin Pria: Agar Cinta Tumbuh di Musim Apapun
Intan dan pelaku, Rey menikah pada 3 April 2026. Keduanya memutuskan menikah setelah pertama kali bertemu pada awal Februari 2026 di sebuah kafe di kawasan Batu, Malang, Jatim.
Pernikahan keduanya tergolong cepat karena hanya jeda 2 bulan saja sejak pertemuan perdana.
Menurut Intan, Rey adalah sosok yang baik dan tidak terlihat seperti perempuan dalam penampilannya sehari-hari.
"Dia ngakunya cowok, dan selama ini kelakuannya juga seperti cowok asli," katanya.
Saat menikah, anehnya Rey tidak menghadirkan keluarganya sama sekali. Hal ini memicu kecurigaan dari pihak Intan.
"Waktu nikah, dia nggak bawa keluarganya sama sekali," tambah Intan.
Sebelum menikah secara siri, Intan diminta Rey untuk mengurus paspor dengan alasan akan berobat ke luar negeri bersama. Negara tujuan mereka ialah Kamboja.
Dari situlah keluarga Intan merasa curiga. Keluarga khawatir apabila Intan menjadi korban perdagangan orang yang sedang marak terjadi.
"Kita juga khawatir ada indikasi lain. Korban sempat diminta membuat paspor untuk diajak ke Kamboja, katanya untuk berobat," jelas perwakilan keluarga Intan, Eko NS.
Saat menjalani malam pertama, Intan kaget saat mengetahui bahwa suaminya adalah seorang wanita yang menggunakan alat kelamin buatan. Ia dan keluarga pun akhirnya melapor ke polisi dan mengusir pelaku.
"Tahunya pas malam pertama. Setelah saya tahu dia ternyata wanita, saya langsung nangis dan lapor ke orang tua," kata Intan.
Imbasnya, keluarga Intan melaporkan Rey atas dugaan pemalsuan dokumen saat pernikahan.
“Saat ini kita melaporkan salah satunya pemalsuan dokumen. Dokumen ini digunakan untuk menikahi saudari Intan,” jelas Eko.
Kini korban mengalami trauma dan rasa malu akibat kejadian tersebut. Sementara itu, pelaku dikabarkan melarikan diri usai ketahuan.
“Pelaku kabur setelah identitasnya terbongkar saat malam pertama,” kata Eko.