- Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memberikan penjelasan terait penarikan personil Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Sebelumya, tiga personel TNI kontingen Garuda UNIFIL telah menjadi korban dalam serangan Israel.
Kondisi ini memunculkan rasa kekawatiran terhadap nasib personel TNI kontingen Garuda UNIFIL di Lebanon Selatan.
Merespon hal tersebut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang memberikan penjelasan.
Kemlu menegaskan kehadiran TNI di misi tersebut bagian dari komitmen internasional menjaga perdamaian.
Kemlu juga menekankan anggota TNI di UNIFIL merupakan bagian dari komitmen internasional Indonesia terhadap peace and security.
Yvonne menyebut, Negara telah mempertimbangkan dengan matang terkait keputusan dalam UNIFIL.
Pertimbangan itu difikirkan dari segala aspek personil TNI dari sisi keselamatan personil, relevansi mandat UNIFIL dan kontribusi Indonesia terhadap stabilitas di kawasan.
“Perlu dipahami bahwa kehadiran Indonesia, pasukan kita di UNIFIL itu bagian dari komitmen internasional kita terhadap peace and security. Berbagai keputusan kita terkait isu ini, termasuk yang ditanyakan tadi, itu akan melalui pertimbangan yang pastinya harus sangat-sangat matang. Baik dari sisi keselamatan personil, baik dari sisi relevansi mandat UNIFIL itu sendiri, dan juga kontribusi kita terhadap stabilitas di kawasan,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang dalam konferensi pers di Kantor Kemlu RI, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Meski demikian, Kemlu menyatakan keputusan terkait TNI di misi UNIFIL mempertimbangkan keselamatan, mandat, dan stabilitas kawasan.
Kemlu menyebut UNIFIL merupakan misi yang dibentuk oleh Dewan Keamanan PBB.
UNIFIL dijalankan di bawah koordinasi Sekretariat PBB.
RI menegaskan bahwa saat ini prioritas negara adalah mengedepankan keselamatan prajurit serta efektivitas mandat misi perdamaian tersebut.
“Jadi semua keputusan terkait berbagai hal terkait situasi kondisi di lapangan saat ini juga akan melihat dari berbagai pertimbangan yang matang, yang paling penting tentunya safety security personil kita, tapi juga relevansi dari mandat UNIFIL itu sendiri,” jelasnya.