TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meluruskan kabar soal rencana pemindahan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ke kawasan Kota Tua.
Ia menegaskan, Pemprov DKI tidak akan memindahkan kampus seni tersebut, melainkan menyiapkan ruang baru bagi seniman untuk berekspresi di kawasan bersejarah tersebut.
Menurut Pramono, pengembangan kawasan bersejarah itu justru diarahkan menjadi pusat aktivitas seni dan budaya tanpa menggeser keberadaan IKJ dari lokasi utamanya.
“Jadi saya ingin meluruskan, IKJ nanti ataupun seniman-seniman akan kita kasih ruang tempat untuk berekspresi seluas-luasnya di Kota Tua. Bahwa nanti akan ada gedung yang kami persiapkan untuk IKJ, iya,” ucapnya di Balai Kota Jakarta, Kamis (9/4/2027).
“Tetapi setelah kami kaji bukan kemudian kami akan memindahkan IKJ, enggak,” sambungnya.
Pramono menilai, jika IKJ dipindahkan sepenuhnya ke Kota Tua, hal itu justru berisiko menggeser tujuan utama revitalisasi kawasan.
Ia menegaskan, Kota Tua tengah diproyeksikan sebagai destinasi wisata berbasis budaya sekaligus ruang pelestarian sejarah Jakarta.
“Sebab untuk memindahkan IKJ itu nanti malah tujuan utama (bergeser), (karena) untuk Kota Tua sebagai tempat kita untuk destinasi wisata, merawat kultural,” katanya.
Menurut dia, penguatan fungsi budaya di kawasan itu harus tetap sejalan dengan konsep wisata sejarah yang sedang dibangun Pemprov DKI.
Pramono bahkan menyebut karakter arsitektur dan suasana Kota Tua memiliki kemiripan dengan kawasan bersejarah di Belanda.
Ia menilai potensi tersebut dapat dimaksimalkan untuk menjadikan Kota Tua sebagai etalase budaya Jakarta.
“Kota Tua ini kan sebenarnya seperti Amsterdam-nya Belanda karena setipe,” ucapnya.
Pernyataan itu sekaligus menegaskan ambisi Pemprov DKI menjadikan Kota Tua sebagai ikon wisata budaya kelas dunia.
Selain penguatan ruang seni, Pemprov DKI juga menyiapkan pengembangan transit oriented development (TOD) berskala besar di kawasan Kota Tua.
Integrasi antara transportasi publik, ruang terbuka, dan aktivitas budaya diyakini akan memperkuat daya tarik kawasan tersebut.
“Maka untuk itu sekali lagi rekan-rekan sekalian, bahwa di Kota Tua akan ada TOD yang besar, pasti,” kata Pramono.