Final Four Proliga 2026 - LavAni Ogah Jemawa meski Menang atas Bhayangkara Presisi, Ritme Positif Ingin Dijaga
Nestri Y April 10, 2026 01:33 AM

NESTRI YUNIARDI/BOLASPORT.COM
Asisten pelatih Jakarta LavAni Livin Transmedia, Erwin Rusni, pada konferensi pers final four Proliga 2026 kedua di Sritex Arena, Solo, Kamis (9/4/2026).

BOLASPORT.COM - Asisten Pelatih Jakarta LavAni Livin Transmedia, Erwin Rusni, menegaskan bahwa timnya tidak mau terlena dengan kemenangan atas Jakarta Bhayangkara Presisi di final four Proliga 2026 putaran kedua.

LavAni berhasil mempertahankan rekor tak terkalahkan sepanjang final four hingga putaran kedua di Sritex Arena, Solo, Kamis (9/4/2026).

Tim milik Susilo Bambang Yudhoyono ini berhasil melakukan comeback dramatis terhadap Jakarta Bhayangkara Presisi.

LavAni menang dengan skor 3-1 setelah comeback set-set penting.

Tim asuhan David Lee ini memang nyaris saja mengawali laga dengan buruk.

LavAni selalu tertinggal dengan margin cukup jauh sebelum perlahan mengejar hingga membalikkan keadaan.

Pada set kesatu, LavAni sukses tampil tenang di situasi menegangkan saat terjadi deuce.

"Alhamdulillah, bersyukur masih diberi kemenangan. Itu tadi laga yang peluangnya 50:50," ujar Erwin Rusni pada konferensi pers yang dihadiri Bolasport.com.

 "Pemain kedua tim luar biasa."

"Tadi kesiapan di set pertama kami kecolongan terutama receive. Kami tidak antisipasi servis mereka yang bagus," tandasnya.

"Tapi Alhamdulillah pelan-pelan kami bisa ambil set pertama," kata Erwin soal kunci kebangkitan LavAni.

Pada set keempat, LavAni nyaris saja dipaksa melakoni laga sampai lima set.

Pasalnya, start mereka begitu buruk hingga tertinggal 2-7 sebelum akhirnya mengejar dan membalikkan situasi dengan dramatis.

Proses penyatuan kemistri dengan George Grozer, pekain asing asal Jerman, masih terus digodog.

"Kami selalu evaluasi tiap pertandingan," kata Erwin.

"Adaptasinya Grozer memang masih kurang, bola-bola dia kan beda. Di kita cepat, sedangkan bola mereka pemain dari sana halus dan tinggi."

"Belum 100 persen tetapi pelan-pelan kita perbaiki," tandasnya.

Meski menang, Erwin menegaskan bahwa LavAni enggan terlena. Kemenangan di awal saat final four lalu keok di Grand Final dari Bhayangkara, sudah menjadi pengalaman pahit bagi mereka.

Oleh karena itu, Erwin enggan timnya terlalu euforia dengan kemenangan hari ini dan akan selalu waspada.

"Pengalaman menyakitkan ya itu, karena dua kali selali ritmenya final four menang, tetapi di final malah kalah meski setnya sudah unggul 2-0," kata Erwin.

"Evaluasi terutama Dio tahun ke tahun dia goyah, tetapi sekarang mendingan. Dia kan peran penting ya katena tosser," tandasnya.

"Secara keseluruhan kami harus persiapkan terus, evaluasi, masih ada beberapa kekurangan di bola pertama, servis mereka (Bhayangkara) tadi luar biasa," ujar Erwin memungkasi.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.