BANJARMASINPOST.CO.ID RANTAU - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMPN 1 Rantau Kabupaten Tapin tak hanya menjadi ajang evaluasi terakhir bagi siswa kelas sembilan, tetapi juga menjadi penentu langkah mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Haifa optimistis dengan hasil yang diraihnya usai mengikuti tes mata pelajaran Bahasa Indonesia pada hari terakhir TKA, Kamis (9/4/2026).
“Alhamdulillah 30 soalnya menurut ulun cukup mudah, karena dipelajari sejak kelas tujuh. Ulun yakin sekitar 90 persen jawabannya benar,” ujar warga Desa Binderang Kecamatan Lokpaikat ini.
Selanjutnya Haifa fokus mempersiapkan diri menghadapi ujian kelulusan yang dijadwalkan berlangsung pada awal Mei 2026 serta mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Baca juga: Siswa-siswi SMP di Banjarmasin Dipersiapkan Masuk SMA, TKA Sumbang Bobot 25 Persen Jalur Prestasi
Dia juga telah menentukan pilihan untuk melanjutkan ke SMKN Jurusan Akuntansi melalui jalur prestasi.
“Ingin langsung siap kerja. Di SMK lebih banyak praktik dan bisa langsung turun ke lapangan,” jelasnya.
Haifa berharap hasil TKA dapat mendukung langkahnya menembus jalur prestasi.
Peserta lain, Halimatus Sadiah, juga mengaku soal TKA yang dihadapi relatif mudah dan tidak jauh berbeda dengan simulasi yang dilakukan sebelumnya.
“Pilihan ganda semua. Sesuai dengan yang sudah dipelajari,” katanya.
Dia sebelumnya menargetkan nilai tinggi agar dapat melanjutkan ke sekolah favorit.
Dia berencana mendaftar ke SMAN Rantau sebagai pilihan utama, dengan alternatif di SMKN Rantau.
“Semoga nilai TKA bisa di atas rata-rata supaya bisa masuk lewat jalur prestasi,” ujarnya.
Kendati tahun ini merupakan kali pertama digelar untuk tingkat SMP dan sederajat, pelaksanaannya di SMPN 1 Rantau dinilai berlangsung lancar tanpa kendala berarti.
Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia, Rahmad Effendi S.Pd, Kamis.
“Kami laksanakan empat hari, dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama pada Senin dan Selasa, sedangkan gelombang kedua pada Rabu dan Kamis,” ujarnya.
Pada hari pertama setiap gelombang, peserta mengerjakan soal Matematika dan hari kedua Bahasa Indonesia.
Rahmad menyebutkan total peserta di sekolahnya 141 siswa. Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan, panitia membagi peserta ke dalam tiga sesi setiap harinya.
“Per sesi diikuti sekitar 23 peserta. Karena jumlah siswa cukup banyak, maka pelaksanaan dilakukan bergiliran dalam satu ruangan,” tambahnya.
Selama pelaksanaan TKA tidak ditemukan kendala teknis yang berarti, baik listrik maupun internet.
“Koordinasi juga dilakukan secara online antara petugas teknis aplikasi, teknisi dan pihak terkait,” katanya.
Menurut Rahmad, pelaksanaan TKA juga mendapat pemantauan Dinas Pendidikan melalui sistem daring guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur.
Mengenai hasil, ia menyampaikan nilai diperkirakan diterima pihak sekolah pada Mei 2026.
Hasil tersebut dapat dimanfaatkan siswa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya melalui jalur prestasi, yang dibuka sekitar Juni.
Ahmad Bintang Adninda, siswa kelas 9 SMPN 1 Banjarmasin, juga tengah mempersiapkan diri masuk ke sekolah favorit.
Dia sudah lama membidik SMAN 7 di Jalan Dharma Praja Kecamatan Banjarmasin Utara. Selain unggulan, faktor lain dirinya memilih sekolaha tersebut adalah dekat dengan rumah.
Dikatakan Bintang, sosialisasi pentingnya TKA sebagai penentu masuk SMA melalu jalur prestasi telah dilakukan sekolah.
“Saat pembagian rapor kemarin, guru mengimbau agar serius menghadapi TKA,” ujarnya, Kamis.
Selama dua pekan jelang TKA, Bintang mempersiapkan diri mengulik materi pelajaran dari kelas 7.
Dia pun mengikuti bimbingan belajar empat kali dalam sepekan. Bintang mengaku cukup percaya diri menempuh jalur prestasi untuk masuk SMA karena memiliki sejumlah piagam prestasi.
Sementara temannya, Rizkika Putri Aulia, mengandalkan sejumlah prestasi nonakademik untuk masuk SMA jalur prestasi, Dia memiliki dua opsi sekolah impian yaitu SMAN Banua Kalsel dan SMAN 1 Banjarmasin.
“Semoga bisa masuk salah satunya,” harap siswi yang juga mengikuti bimbingan belajar tersebut.
Wakasek Urusan Kurikulum SMPN 1 Banjarmasin, Sunardi, memaparkan siswanya yang mengikuti TKA berjumlah 355.
TKA dilaksanakan dua gelombang selama empat hari. Gelombang pertama berlangsung pada Senin-Selasa dan gelombang kedua Rabu-Kamis.
“Setiap gelombang itu ada dua sesi. Jadi hari pertama itu dua sesi untuk matematika, kemudian yang hari kedua itu juga dua sesi untuk Bahasa Indonesia,” ujarnya.
Baca juga: TKA SMPN 1 Rantau Digelar Empat Hari, Ketua Panitia: Berjalan Lancar Tanpa Kendala
Sedang Kepala SMPN 20 Banjarmasin, Oejiono, mengatakan pihaknya tidak mengadakan tryout.
Hal itu karena sekolahnya sudah menerapkan full day, sehingga siswa dan guru kelelahan secara fisik dan mental.