Pesan Perdana Mojtaba Khamenei Pasca-Gencatan Senjata: Capai kemenangan Melawan AS dan Israel
Sinta Darmastri April 10, 2026 10:44 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Di tengah suasana duka sekaligus ketegangan geopolitik yang belum sepenuhnya reda, Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, akhirnya memecah kesunyian. Melalui pesan tertulis yang disiarkan pada Kamis (9/4/2026), sang pemimpin menyampaikan pernyataan publik pertamanya sejak kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat dan Israel resmi diberlakukan pada Selasa lalu.

Pesan ini memiliki makna simbolis yang mendalam karena dirilis bertepatan dengan peringatan 40 hari wafatnya sang ayah, Ali Khamenei, yang gugur di awal pecahnya perang pada akhir Februari 2026.

Klaim Kemenangan di Atas Tekanan Militer

Meski Iran baru saja melewati gempuran hebat dari serangan gabungan AS dan Israel, Mojtaba Khamenei menegaskan bahwa bangsanya tetap tegak berdiri. Dalam pidato yang disiarkan televisi, ia memproklamirkan bahwa tekanan militer Barat gagal meruntuhkan kedaulatan Teheran.

”Rakyat Iran telah mencapai kemenangan dalam perang melawan Amerika Serikat dan Israel,” ujarnya sebagaimana dikutip dari Chosun.

Lebih lanjut, ia menegaskan posisi diplomatik Iran yang tegas namun terukur.

“Kami tidak mencari perang, tetapi kami tidak akan melepaskan hak-hak sah kami dalam keadaan apa pun,” tegasnya melalui laporan AFP.

Baca juga: Sosok Mojtaba, Terpilih Gantikan Ayahnya Ali Khamenei, Harta Kekayaan Disorot, Konglomerat Properti

Strategi Baru di Selat Hormuz: Babak Baru Kendali Energi

Salah satu poin paling krusial dalam pesan tersebut adalah rencana Iran untuk memperketat pengaruhnya di Selat Hormuz. Sebagai jalur nadi perdagangan energi dunia, kontrol atas selat ini merupakan kartu as bagi Teheran di meja negosiasi.

Berdasarkan laporan The Jerusalem Post, Khamenei berambisi membawa pengelolaan jalur strategis ini ke level yang lebih tinggi.

“Kami pasti akan memajukan pengelolaan Selat Hormuz ke tahap baru,” ungkapnya. Ia juga menambahkan, “Kami akan meningkatkan tingkat pengelolaan dan pengendalian Selat Hormuz ke dimensi baru.”

Tuntutan Ganti Rugi dan Pesan untuk Tetangga

Khamenei tidak hanya bicara soal pertahanan, tetapi juga soal pertanggungjawaban. Ia secara terbuka menuntut kompensasi atas kerusakan infrastruktur dan kehilangan nyawa yang dialami Iran selama konflik berlangsung.

“Kami akan meminta pertanggungjawaban, hingga akhir, kepada para agresor yang menyerang Iran,” serunya. Ia juga menekankan, “Kami akan menuntut kompensasi atas kerusakan, dan kami juga pasti akan menuntut harga dari darah para martir.”

Kepada negara-negara tetangga di kawasan Timur Tengah, Khamenei memberikan pesan persaudaraan sekaligus peringatan agar tetap berada di sisi sejarah yang tepat.

“Negara-negara tetangga harus berdiri di sisi yang benar dalam sejarah. Kami mengharapkan respons yang sesuai dengan persaudaraan dan niat baik.”

Baca juga: Rahasia Pakistan Paksa AS dan Iran Sepakati Gencatan Senjata, Punya Hubungan Baik dengan Keduanya

Gencatan Senjata Bukan Berarti Berhenti Berjuang

Meskipun kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu telah tercapai dengan pemerintahan Donald Trump, Khamenei meminta rakyatnya untuk tidak terlena. Ia menekankan bahwa kekuatan opini publik di jalanan adalah modal utama dalam diplomasi.

“Jangan membayangkan bahwa turun ke jalan tidak lagi diperlukan. Suara Anda di ruang-ruang publik tanpa diragukan lagi berpengaruh terhadap hasil negosiasi,” tambahnya.

Hingga saat ini, sosok Mojtaba Khamenei memang belum tampil secara fisik di hadapan publik sejak memegang tonggak kepemimpinan tertinggi. Namun, melalui pesan tertulis ini, ia berusaha meyakinkan rakyatnya bahwa ketahanan mereka telah mengejutkan dunia.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, turut memperkuat narasi ini dengan menyatakan bahwa langkah gencatan senjata adalah bagian dari strategi besar.

“Gencatan senjata bukan tanda kelemahan Iran, tetapi pilihan untuk mengonsolidasikan kemenangan,” pungkas Pezeshkian.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.