Pesakitan Tim Italia Berlanjut, Bologna dan Fiorentina Tak Berdaya Lawan Klub Liga Inggris
Drajat Sugiri April 10, 2026 12:30 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Pesakitan tim Italia di kompetisi Eropa belum berakhir. Setelah hanya satu wakil di babak 16 besar Liga Champions, kini perjuangan tim Italia lainnya, Bologna dan Fiorentina terancam sirna di Liga Eropa dan Liga Konferensi Eropa.

Apesnya, kedua wakil Italia tersebut dikalahkan oleh tim Liga Inggris. Bologna dihajar 1-3 oleh Aston Villa saat bermain kandang di Stadion Renato Dall'Ara, Jumat (10/4).

Pada waktu yang bersamaan, Fiorentina dibantai 3-0 oleh Crystal Palace di Selhurst Park, London.

Hasil ini akan menjadi langkah yang berat bagi Rossoblu dan La Dea untuk dapat melaju ke babak semifinal masing-masing kompetisi.

Setidaknya tiga gol untuk dapat mengamankan kondisi dan menjaga peluang. Tapi apesnya, kedua tim sedang dalam performa yang tidak menjanjikan.

Kiper kawakan yang pernah bermain di Liga Inggris dengan Man United, dan kini mengenakan seragam Fiorentina, David De Gea mengakui adanya perbedaan yang cukup signifikan antara tim Liga Inggris dengan Serie A Liga Italia.

Komentar itu dia keluarkan pasca-kekalahan Fiorentina atas Crystal Palace.

"Premier League (Liga Inggris) lebih unggul dari Serie A, tetapi mereka juga memiliki lebih banyak uang, infrastruktur yang lebih baik, dan mereka melakukan banyak hal dengan sangat baik," aku De Gea.

"Namun, selain 20-30 menit pertama, di mana kami salah pendekatan dan kebobolan dua gol, saya pikir kami bermain bagus dan pantas mencetak gol malam ini," sambungnya.

Di sisi Bologna, Rossoblu menunjukkan banyak celah ketika menghadapi The Villans besutan Unai Emery.

Baca juga: Sorotan Hasil Liga Eropa - Bologna bak Barcelona yang Hancur di Kaki Atletico Madrid

Bologna kurang agresif di lini serang, kurang efektif di sepertiga akhir lapangan, hingga mungkin kurang beruntung ketika menciptakan peluang. Contohnya ketika dua kali percobaan yang mengenai mistar gawang dan gol Santiago Castro yang dianulir wasit karena offside.

Sementara Aston Villa bermain lebih klinis dan efisien ketika memanfaatkan lengahnya lini pertahanan pemain Bologna.

"Sebelum pertandingan, saya mmberi tahu para pemain bahwa ini adalah situasi di mana kalian (para pemain) tidak boleh lengah dalam situasi apa pun, baik itu memberikan tendangan sudut atau umpan yang salah, karena tim ini akan menghukum kalian atas kesalahan sekecil apa pun. Sayangnya, itu yang terjadi," pesan Italiano kepada anak asuhnya sebelum pertandingan.

"Gol pertama berasal dari lemparan ke dalam yang dilakukan oleh Rowe, yang seharusnya tidak memegang bola itu dan kemudian mengubah momentum permainan."

"Pada gol kedua, kami sedang membangun serangan dari belakang dan melakukan kesalahan. Spertinya kami tidak bisa memainkan pertandingan penuh tanpa kesalahan," jelasnya soal kesalahan yang terjadi dalam pertandingan tersebut.

Italiano mengakui kekalahan ini membuatnya frustasi, Bologna bukan tanpa perlawanan dan peluang, hanya saja kurang cekatan dan tidak beruntung dalam mencetak gol.

"Ini membuat frustasi karena jika Anda melihat berapa banyak peluang yang kami ciptakan melawan level lawan seperti ini, kami telah melakukan hal-hal baik malam ini," tambahnya.

Pekerjaan berat bagi Bologna dan Fiorentina memikul beban Italia di kompetisi Eropa.

Pasalnya, jika keduanya tersisih di babak perempat final, maka tidak ada wakil Italia di semi final seluruh kompetisi Eropa musim ini. Hal ini akan menambah kesakitan Italia karena gagal melaju ke Piala Dunia 2026.

Selain pemain, klub asal Italia nyatanya juga kesulitan menghadapi tekanan dari wakil Eropa lainnya.

Sebelum kegagalan Bologna dan Fiorentina, Napoli, Inter, dan Juventus menderita lebih dulu di Liga Champions.

Hanya Atalanta yang berhasil mencapai babak gugur Liga Champions, namun dihajar telak oleh Bayern Munchen.

Mampukah Bologna dan Fiorentina membalikkan keadaan di leg kedua untuk melangkah ke semifinal Liga Eropa dan Konferensi Eropa?

(Tribunnews.com/Sina)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.