Pemerintah Pastikan Unggahan Trump Sindir Warga Indonesia Dukung Iran Hoaks
Darwin Sijabat April 10, 2026 11:48 AM

 

TRIBUNJAMBI.COM - Sebuah unggahan tangkapan layar yang diklaim sebagai pernyataan resmi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mendadak viral dan memicu kegaduhan di jagat maya. 

Dalam narasi yang beredar, Trump dituduh menyindir masyarakat Indonesia sebagai bangsa yang tidak konsisten dan munafik karena membela rezim Syiah di Iran.

Konten tersebut menyudutkan penduduk Indonesia yang mayoritas menganut paham Sunni. 

Donald Trump dinarasikan heran mengapa warga Indonesia tiba-tiba mendukung Iran dalam konflik yang pecah sejak 28 Februari 2026 lalu.

Padahal selama ini terdapat perbedaan pandangan teologis antara Sunni dan Syiah.

"Tapi sekarang? Tiba-tiba mereka (masyarakat Indonesia) mendukung rezim Syiah di Iran hanya karena musuhnya adalah Israel dan Amerika. Menakjubkan sekali cara kerjanya! Tidak ada konsistensi, tidak ada prinsip," demikian kutipan rekayasa yang mencatut nama Trump, dikutip Kamis (9/4/2026).

Unggahan tersebut juga membubuhkan label "Sangat Munafik" dan menuding Indonesia sebagai negara plin-plan yang hanya bergerak berdasarkan kebencian politik terhadap AS dan Israel.

Hasil Verifikasi: 100 Persen Rekayasa

Pemerintah Indonesia melalui otoritas terkait segera bergerak cepat meredam keresahan. 

Akun resmi @cekfakta.ri menyatakan dengan tegas bahwa konten tersebut adalah disinformasi berbahaya yang sengaja diciptakan untuk memicu perpecahan antarumat Islam.

Baca juga: Baru Sehari Gencatan Senjata, Iran Ancam Perang Lagi Akibat Serangan Israel

Baca juga: Bantah Terima Rp5 M dari Jusuf Kalla, Kubu Roy Suryo: Kami Berjuang Gratis

Berdasarkan penelusuran mendalam di seluruh platform media sosial resmi milik Donald Trump—termasuk X (dahulu Twitter), Instagram, dan Truth Social—tidak ditemukan satu pun pernyataan yang sesuai dengan narasi tersebut. 

Tim verifikasi Tribunnews.com juga mengonfirmasi cuitan tersebut adalah hasil penyuntingan atau rekayasa grafis.

"Konten ini merupakan bentuk disinformasi yang tidak hanya menyesatkan, tetapi juga berpotensi memicu perpecahan sosial dan merusak kerukunan," tulis pernyataan resmi @cekfakta.ri.

Menjaga Keberagaman Indonesia

Pihak berwenang mengingatkan masyarakat bahwa Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi toleransi. 

Narasi yang mencoba membenturkan kelompok agama tertentu tidak mencerminkan realitas sosial di tanah air dan hanya bertujuan menciptakan keresahan di tengah situasi geopolitik global yang sedang memanas. 

Masyarakat diimbau untuk lebih teliti dan tidak mudah terprovokasi oleh konten-konten yang tidak jelas sumbernya.

 

Baca juga: Cerita 2 Tersangka Korupsi Ujung Jabung Masuk Kamar Mapeling Lapas Jambi

Baca juga: DD 2026 Batang Hari Jambi Turun 58 Persen, 22 Desa Sudah Ajukan Pencairan

Baca juga: Hari Ini 2 Warga Jambi Korban Loker Scam Kamboja Sampai di Jakarta

Baca juga: Pernyataan BGN Jambi soal Guru SMP Alami Gejala Keracunan Usai Cicip MBG

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.