Gaya Haji Her Bos Tembakau Datang ke KPK Pakai Sarung, Pamer Hotel ke Penyidik : Saya Banyak Uang
Ardhi Sanjaya April 10, 2026 12:03 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Bos rokok asal Madura Khairul Umum atau akrab disapa Haji Her menceritakan reaksi penyidik KPK ketika mengetahui tempat penginapannya.

Pertanyaan tersebut dilontarkan ketika pemeriksaan Haji Her terkait kasus Bea Cukai di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Haji Her datang mengenakan kopiah dipadu kacamata.

Crazy Rich Madura itu memakai sarung dan kemeja putih bergambar macan pada bagian dada.

Dia datang untuk memenuhi panggilan dari KPK terkait kasus operasi tangkap tangan (OTT) Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat Rizal pada 4 Februari 2026 lalu.

Dalam kasus ini KPK menangkap 17 orang dan ditetapkan kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait impor bawang kw atau tiruan di lingkungan Bea Cukai.

Mereka adalah :

  • Rizal (RZL) selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai periode 2024-Januari 2026, 
  • Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Sisprian Subiaksono (SIS), 
  • Kepala Seksi Intelijen Bea Cukai Orlando Hamonangan (ORL).
  • Pemilik Blueray Cargo John Field (JF), 
  • Ketua Tim Dokumentasi Importasi Blueray Cargo Andri (AND), 
  • Manajer Operasional Blueray Cargo Dedy Kurniawan (DK).
  • Kepala Seksi Intelijen Cukai Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Budiman Bayu Prasojo (BBP).

Ketua KPK, Setyo Budiyanto mengatakan Haji Her dipanggil untuk mendalami penyidikan kasus dugaan korupsi dan suap dalam praktik mafia cukai rokok ilegal di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.

Haji Her merupakan pemilik PT Bawang Mas Group.

Baca juga: KPK Beberkan Alasan Ridwan Kamil Belum Diperiksa Lagi Terkait Kasus Dugaan Korupsi

"Yang benar bahwa sudah ada panggilan. Namun jika yang bersangkutan tidak hadir, tentu penyidik akan mempertimbangkan langkah selanjutnya, apakah dilakukan pemanggilan ulang atau penjadwalan kembali. Kita tunggu saja," katanya.

Setelah pemeriksaan, Haji Her tampak begitu santai.

Ia menjelaskan perihal pertanyaan yang diajukan penyidik.

Haji Her mengaku ditanya soal hubungannya dengan para tersangka.

 "Ya dikonfirmasi aja, ditanya persoalan kenal ndak dengan tersangka-tersangka, ya saya jawab tidak kenal," katanya.

Baca juga: Babak Baru Kasus Suap Ijon Proyek Bupati Bekasi, KPK Geledah Rumah Ono Surono

Ia bahkan sempat bercanda tentang penyidik yang menanyakan lokasi penginapan Haji Her selama di Jakarta.

"Terus ditanya nginep dimana, nginep di Grand Hyatt, wah hotel mahal itu, iya saya kan banyak uang," katanya sambil tertawa.

  • Sosok Haji Her

Sosok Haji Her pesohor atau Crazy Rich Pamekasan belakangan menjadi sorotan.

Pantas saja Rp 15 juta petani sejahtera karena kondisi Crazy Rich Pamekasan dan harta kekayaannya.

Haji Her sendiri sebenarnya sudah lama terkenal di kalangan masyarakat Pamekasan, Madura.

Nama Haji Khairul Umam atau Haji Her cukup tersohor di telinga kalangan masyarakat Madura.

Ketua Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Madura (P4TM) ini dikenal sebagai 'Sultan Madura'.

Julukan ini didapat Haji Her lantaran bisnisnya yang dinilai sukses di bidang usaha tembakau.

Di sisi lain, julukan Sultan Madura itu didapat lantaran rumah Haji Her yang berdiri megah dan mentereng di Jalan Raya Trasak, Pamekasan, Madura.

Lain dari itu, Haji Her juga dikenal memiliki beberapa koleksi mobil mewah. 

Kini, terkuak fakta baru mengenai suksesnya Haji Her selama ini karena menjadi penimbun tembakau se-Indonesia.

Hal ini diceritakan Haji Her saat diundang Badan Legislasi (Baleg) DPR RI di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Senin (27/5/2024) kemarin.

Baca juga: Nasib Pengantin Dikalungi Uang Rp 182 Juta oleh 8 Kakak saat Resepsi, Sosok Istri Dikasihani Tamu

Waktu itu, Haji Her diundang Baleg DPR RI untuk ikut membahas penyusunan RUU tentang Komoditas Strategis Perkebunan. 

Haji Her mengatakan, perusahaannya PT Bawang Mas Grup adalah penimbun seluruh tembakau di Indonesia.

Dia mengklaim sebagai pengusaha penimbun tembakau terbesar di seluruh Indonesia.

"Pasti seluruh pabrikan mesti ngerti ke kita. Jadi saya paham betul apa itu permasalahan tembakau," kata Haji Her, Kamis (6/6/2024).

Haji Her mengaku tahu cara bagaimana mensejahterakan 15 juta jiwa petani tembakau di seluruh Indonesia.

Mengacu dari ini, dia meminta pemerintah agar bermusyarawah dengan dirinya mengenai cara mensejahterakan 15 juta jiwa petani tembakau.

Apalagi saat ini di sejumlah daerah di Madura sudah mulai memasuki masa tanam tembakau.

Sehingga kesejahteraan petani tembakau perlu segera direalisasikan sebelum memasuki masa panen tembakau.

"Petani yang menggantungkan hidupnya ke pertanian tembakau di Indonesia ini kurang lebih 15 juta jiwa dan kita bergerak di seluruh Indonesia," ungkap Haji Her.

Bahkan Haji Her mengaku pernah disambangi Victor Hartono, CEO Djarum Foundation untuk berdiskusi mengenai bisnis tembakau di Indonesia.

"Victor Hartono ke Madura dengan kita juga. Dia itu putra mahkotanya Djarum," tutupnya.

Nama Haji Khairul Umam atau Haji Her cukup tersohor di telinga kalangan masyarakat Madura.

Ketua Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Madura (P4TM) ini dikenal sebagai 'Sultan Madura'.

Julukan ini didapat Haji Her lantaran bisnisnya yang dinilai sukses di bidang usaha tembakau.

Di sisi lain, julukan Sultan Madura itu didapat lantaran rumah Haji Her yang berdiri megah dan mentereng di Jalan Raya Trasak, Pamekasan, Madura.

Lain dari itu, Haji Her juga dikenal memiliki beberapa koleksi mobil mewah. 

Kini, terkuak fakta baru mengenai suksesnya Haji Her selama ini karena menjadi penimbun tembakau se-Indonesia.

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.