TRIBUNGORONTALO.COM -- Konflik sengketa rumah antara Rachel Vennya dan mantan suaminya, Niko Al Hakim, alias Okin, kian memanas dan meluas.
Rachel dikabarkan sempat menerima ancaman, bahkan isu kekerasan fisik juga ikut mencuat.
Kabar tersebut beredar di kalangan media dan memicu berbagai spekulasi publik.
Menanggapi hal itu, kuasa hukum Rachel, Sangun Ragahdo, turut memberikan klarifikasi.
Ia mengakui adanya informasi terkait dugaan ancaman tersebut, meski tidak mendalaminya secara rinci.
Baca juga: Inara Rusli Ngaku Dijauhi Teman Usai Kasus Perselingkuhan, Tetap Bersyukur Masih Ada yang Tulus
Sangun memilih untuk tidak berkomentar lebih jauh karena fokusnya hanya pada perkara utama, yakni sengketa rumah antara kedua pihak.
Ia juga menegaskan bahwa informasi soal ancaman memang sempat diterimanya, namun ia enggan memberikan penjelasan lebih lanjut.
Di sisi lain, terkait kabar Rachel mengalami kekerasan fisik yang ditandai lebam di wajah, Sangun membantah tegas isu tersebut.
Hingga kini, ibu dua anak itu dipastikan tidak mengalami kekerasan fisik dari pihak mana pun.
"Akhirnya saya konfirmasi juga, karena saya juga kaget," ungkap Sangun.
"Kalau memang ternyata terjadi seperti itu tentu tidak akan kita diamkan. Cuma saya pastikan itu benar kepencet."
"Rachel mungkin syuting lama, capek, kepencet hal yang wajar," lanjutnya.
Niko Al Hakim alias Okin akhirnya angkat bicara terkait polemik penjualan rumah yang menyeret namanya.
Baca juga: Inara Rusli Resmi Ganti Nama Jadi Inarasati, Ini Makna di Baliknya
Sebelumnya, tudingan menjual rumah tanpa persetujuan mencuat setelah disampaikan oleh Rachel Vennya melalui unggahan di Instagram pribadinya pada Kamis (2/4/2026).
Properti tersebut disebut sebagai bagian dari kewajiban nafkah untuk kedua anak mereka setelah resmi bercerai pada 16 Februari 2021.
Menanggapi hal itu, Okin menilai telah terjadi kesalahpahaman dalam narasi yang berkembang di tengah publik.
Sebagai respons atas polemik tersebut, ia pun menyampaikan klarifikasi melalui akun Instagram miliknya, @okinpth.
“Rumah itu dibeli dimomen sebelum anak pertama gue lahir dengan harapan rumah tersebut menjadi awal baik bagi keluarga kecil gue, dan anak-anak bisa tumbuh kembang dengan baik didalam rumah itu. Tidak ada sedikitpun terlintas akan terjadi perpisahan," kata Okin, dikutip Tribunnews, Minggu (5/4/2026).
Ia kemudian memaparkan secara rinci perjalanan panjang pasca-perceraian, termasuk terkait pembagian aset serta komunikasi antara kedua pihak yang dinilai tidak berjalan dengan baik.
“Didalam perpisahan tersebut, mengharuskan kami melewati banyak proses diantaranya permintaan uang mut’ah & pembagian harta. Namun disaat gue menanyakan mengenai penukaran aset, yaitu rumah dan tanah bali, ybs memberikan statement yang tidak sesuai dengan omonganya awalnya.”
Ia juga mengaku sempat merasa kecewa atas respons yang diterimanya saat membahas hal tersebut.
“Walau awalnya gue belum mau menerima tanah tsb, tapi ada sedikit kekecewaan di diri gue terhadap respon ybs ketika gue kembali menanyakan perihal ini,” lanjutnya.
Okin menegaskan dalam pembagian harta pada 2021, rumah tersebut diputuskan menjadi bagiannya.
Baca juga: Pengakuan Inara Rusli Kala Disebut Dibodohi Insanul Fahmi: Aku Tuh Kepikiran Dia Terus
“2021: dalam pembagian harta tsb, ybs memutuskan rumah tersebut menjadi bagian gue.”
Terkait kewajiban yang sempat tertunda, Okin mengakui adanya kelalaian pada 2023. Ia menjelaskan hal itu dipicu oleh kondisi bisnis yang membuatnya kelelahan.
“2023: terdapat kelalaian dari gue dalam membayarkan kewajiban, karna disaat itu gue sedang menghadapi case dalam bisnis yang sempat membuat gue burned out, sehingga muncullah perhitungan dari ybs sejumlah nominal dan penawaran dibawah.”
Lebih lanjut, Okin mengungkapkan persoalan komunikasi yang memburuk, terutama saat muncul peringatan dari pihak bank.
“Karena ada peringatan mengenai pelabelan dari pihak bank dan posisinya rumah itu sudah ditempati oleh keluarga ybs, disinilah titik komunikasi mulai tidak baik. Dimana puncak permasalahan mengenai rumah ini menjadi kemana2. Hal seperti ini yang sebetulnya gue hindari, itu salah satu alasan gue pernah menawarkan untuk mengganti nama," jelas Okin.
Ia juga menyinggung adanya kesalahpahaman terkait pembayaran KPR di awal 2026.
“Di awal tahun 2026, ada kesalahpahaman dalam pembayaran rumah tersebut antara gue dan bank, yang mana gue merasa sudah melakukan pembayaran setiap bulannya. Namun pihak bank mengatakan ada miss yang membuat pihak bank ingin melabeli rumah tersebut,” terangnya.
Menurut Okin, keputusan menjual rumah diambil sebagai jalan keluar dari konflik yang berkepanjangan.
“Karna semua masalah ini sudah terlalu panjang dan terlalu jauh, gue memutuskan untuk menjual rumah tsb karna gue merasa banyak timbulnya perselisihan. Dari awal gue sudah menawarkan untuk membalik nama, namun tidak pernah terjadi. Harapan gue, hanya ingin menjalankan hubungan baik demi keberlangsungan hidup anak2 tanpa ada sangkut paut mengenai harta benda. Setelah pembahasan mengenai penjualan rumah, pada hari Selasa kami sudah menemukan titik tengah mengenai rumah tsb.”
Rachel Vennya mengungkapkan kekesalannya terhadap Niko Al Hakim alias Okin yang disebut tiba-tiba menjual rumah yang diperuntukkan bagi anak tanpa persetujuannya.
Ia juga memaparkan kembali kesepakatan yang pernah dibuat saat proses perceraian dengan mantan suaminya tersebut.
"Di awal perjanjian, aku kasih rumah yang dia bilang #rumahuntuk biru, dia cuma punya kewajiban nafkah dan kasih uang mut'ah. Tapi ternyata nggak dikasih, win win solution dia yang kasih itu rumah biar dia nggak nafkahin anak-anak lagi," jelas Rachel.
Menurutnya, ia menyetujui kesepakatan itu dan kemudian mengambil alih rumah tersebut, termasuk melakukan renovasi. Saat ini, rumah tersebut ditempati oleh adik-adiknya.
"Pas dateng ke rumah udah bobrok pas dia pakai, akhirnya kita renov buat adek-adek."
Namun, kesepakatan tersebut ternyata hanya didasarkan pada kepercayaan tanpa adanya perjanjian tertulis.
Belakangan, Rachel mengetahui bahwa rumah itu justru dijual oleh pihak Okin.
Bahkan, calon pembeli disebut sudah datang untuk melakukan pengukuran di lokasi.
Kondisi ini pun memicu kemarahan selebgram berusia 30 tahun tersebut, karena ia menilai tindakan Okin melanggar kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.
"Terus sekarang karena nggak ada hitam di atas putih, mau dia jual notabene adik-adik masih tinggal di sana, tanpa ba bi bu langsung ada orang yang mau ngukur dan mau jual rumahnya yang adik-adik gue nggak tahu harus gimana."
Rachel mengaku merasa dikhianati oleh mantan suaminya, padahal sebelumnya ia berharap hubungan baik tetap terjaga demi anak-anak mereka.
"Yaudah ambil tuh rumah. Orang yang gue pikir bakal jadi sahabat gue turn into nightmare," tukasnya. (*)