TRIBUNJOGJA.COM, MALANG - Pernikahan sesama jenis yang menggemparkan warga di Polehan Kecamatan Blimbing, Kota Malang antara Intan Anggraeni dengan pria jadi-jadian bernama Rey berujung saling lapor.
Sebelumnya Intan dinikahi oleh Rey yang mengaku seorang laki-laki pada 3 April 2026 lalu.
Namun identitas Rey akhirnya terungkap, dia bukan laki-laki tulen, melainkan seorang perempuan.
Identitas asli Rey terungkap saat malam pertama setelah keduanya menikah.
Intan yang merasa ditipu oleh Rey akhirnya melaporkannya ke Polresta Malang.
Rey dilaporkan atas pemalsuan identitas dan dokumen.
Intan yang didampingi perwakilan keluarga resmi membuat laporan ke Polresta Malang pada Rabu (8/4/2026) lalu.
Di hari yang sama, Rey yang diketahui bernama asli Yupi Rere melaporkan balik Intan ke Polres Batu.
Rey yang didampingi kuasa hukumnya melaporkan Intan pada Rabu malam dengan tuduhan pencemaran nama baik dan pemerasan.
Dikutip dari Surya Malang, Rey mengaku sudah resmi membuat laporan ke Polres Batu.
"Kemarin kami sudah bikin laporan ke Polres Batu. Laporan ini terkait pencemaran nama baik dan pemerasan."
"Ada beberapa kasus juga. Tapi nanti biar laywer-ku yang menjelaskan," kata Rey kepada SURYAMALANG.com, Kamis (9/4/2026).
Rey mengaku pelaporan Intan ke polisi ini diambilnya karena langkah mediasi yang dilakukannya gagal.
Upaya menyelesaikan persoalan dengan cara kekeluarkan dengan mendatangi rumah Intan tak membuahkan hasil.
"Saya sempat tanya, atas dasar apa melaporkan saya."
"Tapi setelah itu pesan ditarik dan tidak ada balasan lagi sampai sekarang," ungkapnya.
Rey Klaim Intan Sudah Tahu Identitas Aslinya Sejak Awal
Menurut Rey, pihak Intan dan keluarga sudah mengetahui identitasnya sebagai perempuan sebelum pernikahan digelar.
"Dari awal dia sudah tahu identitas saya, bahkan keluarganya juga tahu," ujarnya, Kamis, dikutip dari SURYAMALANG.com.
"Dia sering ke rumah saya, teman-temannya juga tahu. Jadi kalau dibilang baru tahu setelah menikah, itu tidak benar," papar dia.
Setelah itu, Rey menyinggung adanya dugaan motif ekonomi di balik hubungan tersebut.
Rey sebelumnya sengaja menghentikan pemberian uang selama empat hari untuk menguji situasi, dan dari situ menurutnya, konflik mulai muncul hingga berujung pada laporan ke polisi.
"Bukti transfer ada banyak, bukan cuma satu atau dua. Saya juga yang menutup beberapa utangnya. Kalau ditaksir, yang saya berikan kepada Vela sekitar Rp200 juta," katanya.
Lalu, terkait tudingan pemalsuan dokumen, Rey membantah keras.
Ia menegaskan identitas yang digunakan adalah asli.
Rey yang berusia 36 tahun itu juga menepis tudingan intimidasi maupun ancaman terhadap Intan.
"Saya tidak pernah memalsukan dokumen. Identitas yang saya kasih itu asli, saya tidak pernah mengancam atau mengintimidasi dia," imbuhnya.
Baca juga: Gubernur DIY Sultan HB X Syawalan di Bantul, Singgung Pengabdian ASN dan Pertumbuhan Ekonomi 2026
Sebelumnya, Intan mengaku merasa tertipu oleh identitas gender 'suaminya' yang ternyata seorang perempuan.
Selain itu, Intan mengkhawatirkan adanya indikasi pidana lain.
Kecurigaan itu muncul setelah Intan menyadari dirinya sempat dipaksa untuk segera mengurus paspor dengan alasan akan diboyong ke Thailand, sebelum pernikahan berlangsung.
"Sebelum menikah itu saya sempat diminta untuk cepat-cepat membuat paspor."
"Katanya mau diajak ke Thailand. Tapi saya enggak tahu di sana mau diajak liburan atau apa," ungkap Intan, Kamis, dilansir SURYAMALANG.com.
Lalu, perwakilan keluarga, Eko NS, mengatakan pihaknya telah melaporkan kasus ini ke kepolisian dengan dugaan utama pemalsuan dokumen yang digunakan untuk melangsungkan pernikahan.
Keluarga juga mencium adanya indikasi lain yang mencurigakan, karena sebelum pernikahan Intan sempat diminta mengurus paspor dengan alasan akan diajak berobat ke luar negeri.
"Kita juga khawatir ada indikasi lain. Korban sempat diminta membuat paspor untuk diajak ke Kamboja, katanya untuk berobat. Ini yang membuat kita curiga," ujarnya.
Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo, membenarkan laporan tersebut.
Rahmad Aji memastikan pihaknya tengah melakukan pendalaman lebih lanjut terkait kasus ini.
"Benar laporan sudah kami terima. Saat ini kasus sedang kita dalami lebih lanjut," ungkapnya.
Sementara itu, ayah Intan, Sodiq mengaku tidak menaruh rasa curiga sama sekali, meskipun Rey sering datang ke rumahnya.
"Tahunya dia (pelaku) laki-laki. Karena dari suara, postur tubuh itu ya mirip seperti laki-laki," katanya.
"Omongannya dia itu seperti membuat saya percaya. Saya seperti terhipnotis," lanjut Sodiq.
Selain itu, yang membuat pihak keluarga korban tidak menaruh curiga ialah ketika pelaku hendak membeli sebuah rumah yang lokasinya tak jauh dari rumah Intan.
Rumah tersebut rencananya akan digunakan untuk hidup bersama setelah menikah.
"Katanya itu mau beli rumah besar di dekat sini (sambil menunjuk arah). Rumah itu katanya untuk tempat tinggal setelah menikah," tambah Sodiq.