Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Pasca-kunjungan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke Jembatan Cirahong pada Kamis (9/4/2026), penataan mulai dilakukan di jembatan penghubung Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya tersebut.
Pantauan di lapangan, kini Jembatan Cirahong telah dilengkapi marka jalan berwarna kuning di bagian tengah.
Marka tersebut berfungsi sebagai pembatas jalur kendaraan dari dua arah agar lebih tertib saat melintas.
Tak hanya itu, rambu lalu lintas bertuliskan dua arah juga sudah terpasang di pintu masuk jembatan.
Sejumlah petugas pun masih terlihat melakukan pengecatan pada besi pembatas di area tersebut.
Arus lalu lintas terpantau ramai dari kedua arah, baik dari Ciamis menuju Tasikmalaya maupun dari arah sebaliknya.
Pengendara sepeda motor hingga pejalan kaki terlihat mulai tertib menggunakan jalur masing-masing.
Selain marka, lampu penerangan jalan umum (PJU) juga telah dipasang di pintu masuk jembatan guna meningkatkan visibilitas, terutama pada malam hari.
Baca juga: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Singgung Hal Ini Saat Berjalan di Jembatan Cirahong
Baca juga: Viral Dugaan Pungli Jembatan Cirahong, Pemprov Akan Siapkan APILL, Dishub Ciamis: Masih Tahap Survei
Seorang pengendara asal Manonjaya, Tasikmalaya, Abdul, mengaku menyambut baik adanya penataan tersebut.
Menurutnya, marka jalan membantu pengendara agar tidak kebingungan saat melintas di jembatan yang sempit itu.
"Kalau saya mendukung, karena ini untuk masyarakat juga. Jadi sekarang lebih rapi, tidak semrawut. Apalagi sekarang tidak ada penjaga dan tidak buka tutup, jadi langsung dua arah," ujar Abdul, Jumat (10/4/2026).
Meski demikian, ia mengaku masih merasa khawatir saat melintas pada malam hari.
Pasalnya, tidak ada lagi petugas yang berjaga di sekitar jembatan.
"Kalau siang aman, tapi kalau malam agak waswas. Dulu ada penjaga jadi lebih tenang. Takutnya kalau malam ada hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.
Abdul juga mengaku pernah mengalami kendaraannya mogok tepat di pintu masuk jembatan dan mendapat bantuan dari petugas yang berjaga saat itu.
Sementara itu, pengguna jalan lainnya, Rudi (35), warga Ciamis yang setiap hari melintas menuju Tasikmalaya, juga mengapresiasi penataan tersebut.
Ia menilai, keberadaan marka jalan membuat jalur kendaraan menjadi lebih jelas, sehingga mengurangi potensi senggolan saat berpapasan di tengah jembatan.
"Sekarang lebih enak dilalui. Dulu sering bingung kalau papasan, apalagi jalannya sempit. Dengan garis ini jadi lebih tertib," ucapnya.
Namun, Rudi berharap pemerintah tetap menghadirkan petugas penjaga baik dari kepolisian atau pihak desa setempat khususnya pada malam hari, demi memberikan rasa aman bagi pengguna jalan.
"Kalau bisa tetap ada yang jaga, terutama malam hari, supaya pengguna jalan merasa lebih aman," pungkasnya.
video viral perihal salah seorang oknum di Pangandaran yang tengah melakukan pungutan liar (pungli).
Yang mana, dari video yang dibagikan oleh akunn X @_Queen_Putri terlihat, jika ada salah satu pemotor yang akan melewati Jembatan Cirahong Pangandaran.
Pemotor tersebut berhasil merekam oknum atau preman tukang palak yang berada di sekitar Jembatan Cirahong.
"Semoga segera di amankan niih prem4n tukang p4l4k, masa lewat jembatan aja dimintain duit yang bener aja dong Emang itu jembatan di bandung pake duit prem4n???" tulis keterangan di akun X @_Queen_Putri.
Baca juga: Long Weekend Libur Wafat Isa Al-Masih, Pantai Pangandaran Dipadati Puluhan Ribu Wisatawan
Baca juga: Cuaca Ekstrem di Pangandaran Picu Pohon Tumbang Timpa Rumah, Tidak Ada Korban Jiwa
"Itu fasilitas umum yang di bangun pake duit rakyat," sambung tulisannya lagi.
Terlihat jika pemotor tersebut harus membayar sejumlah uang untuk bisa melewati Jembatan Cirahong, Pangandaran.
Bayangkan saja, jika setiap pemotor melewati jembatan tersebut setiap hari, berapa banyak uang yang dikumpulkan oleh oknum tersebut.
Baca juga: 4 Menu Sarapan Enak dan Murah di Pangandaran, Cicipi Cita Rasa Kuliner Lezat Dijamin Nagih!
Melihat video tersebut, banyak warga X yang berkomentar terkait aksi pungli yang meresahkan tersebut.
"Enak banget ya, yg bangun pemerintah yg narikin preman," tulis akun @annas***
"Mental dan SDM menunjukan kemajuan suatu bangsa," tulis akun @hari***
"Dimana I-mana pungli itu salah, namanya saja PUNGLI: Pungutan Liar," tulis akun @boim***
"Saking aja jauh.. klo dkt biar anak buah saya yg beresin.. ngerakeun urang sunda sia teh," tulis akun @banteng***
Baca juga: Pelaku Usaha di Pangandaran Protes Kebijakan Parkir, Desak Bupati Lakukan Evaluasi
Baca juga: Bagikan MBG Basi, SPPG Banjarharja Pangandaran Akui Belum Pernah Membuat Masakan Basah untuk B3
Pihak kepolisian Ciamis memastikan tidak ada praktik pungutan liar ( pungli) di Jembatan Cirahong yang belakangan viral di media sosial.
Kapolsek Ciamis, Kompol Alan Dahlan, menegaskan bahwa warga yang berada di lokasi merupakan relawan yang membantu mengatur arus lalu lintas, bukan oknum yang melakukan pungutan liar.
“Jadi mereka itu relawan dari masyarakat sekitar yang ikut membantu pengaturan lalu lintas. Bukan pungli,” ujarnya kepada Tribun saat ditemui di area sekitar Jembatan Cirahong, Sabtu (4/4/2026).
Menurutnya, keberadaan relawan tersebut justru membantu aparat dalam mengurai kepadatan kendaraan di titik rawan, mengingat keterbatasan personel untuk meng-cover seluruh persimpangan atau jalur sempit seperti di Jembatan Cirahong.
“Kami tidak bisa meng-cover semua titik rawan. Dengan adanya mereka, sangat membantu masyarakat dan juga kami,” katanya.
Baca juga: Viral di Medsos, Pengendara Motor Harus Bayar untuk Lewati Jembatan Cirahong Pangandaran
Terkait uang yang diberikan oleh pengguna jalan, Alan menegaskan hal itu bersifat sukarela dan tidak ada unsur paksaan.
Dana tersebut umumnya digunakan untuk kebutuhan sederhana para relawan selama bertugas.
“Kalau ada yang ngasih mungkin diterima, tapi tidak memaksa. Itu pun untuk makan minum mereka selama berjaga,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan, setelah viralnya video dugaan pungli, pihak kepolisian sempat turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengamanan sekaligus menggantikan sementara peran relawan.
“Kami hadir untuk membackup setelah ada publikasi dari netizen. Sementara waktu kami yang menggantikan sampai mereka siap bertugas kembali,” ungkapnya.
Alan kembali menegaskan bahwa aktivitas warga di lokasi bukanlah pungli, melainkan bentuk partisipasi masyarakat dalam menjaga keselamatan bersama di jalur yang dikenal rawan kecelakaan tersebut.
Setiap orang akan berjaga secara bergiliran selama tiga jam dan total warga yang berjaga di sekitar Jembatan Cirahong itu ada sekitar 60 orang warga setempat.
“Sekali lagi, itu relawan. Tidak ada pungli. Mereka membantu agar pengguna jalan bisa melintas dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.
Polemik dugaan pungutan liar (pungli) di Jembatan Cirahong, Kabupaten Ciamis, mendapat respons cepat dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Setelah aktivitas penjagaan di jembatan tersebut dihentikan, Pemprov Jabar menyiapkan solusi berupa pemasangan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) untuk mengatur arus kendaraan.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi melalui media sosialnya turut menyoroti persoalan tersebut melalui media sosialnya.
Ia menegaskan bahwa Jembatan Cirahong merupakan jembatan legendaris milik PT Kereta Api Indonesia yang sebelumnya telah diperbaiki oleh Pemprov Jabar.
Menurutnya, perbaikan lantai jembatan telah dilakukan dengan anggaran sekitar Rp1 miliar sehingga kini layak dilintasi masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat akan memasang APILL (Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas) di Jembatan Cirahong dalam waktu dekat.
Baca juga: Viral Pungli di Jembatan Cirahong Ciamis, Hari Ini Ada Tulisan Tidak Dipungut Biaya
Perwakilan UPTD PPP LLAJ Wilayah III Dishub Jabar, Acep Indragunawan, mengatakan pemasangan APILL merupakan instruksi langsung dari gubernur.
“Sesuai arahan Pak Gubernur, bulan ini APILL di Jembatan Cirahong harus sudah terpasang,” ujarnya saat meninjau lokasi, Minggu (5/4/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan APILL nantinya akan menggantikan peran petugas yang sebelumnya mengatur arus kendaraan di jembatan penghubung Ciamis–Tasikmalaya tersebut.
“Nantinya APILL ini akan mengatur arus kendaraan dari dua arah, baik dari Ciamis ke Tasikmalaya maupun sebaliknya,” jelasnya.
Selain itu, Dishub Jabar juga berencana menambahkan marka jalan guna membuat antrean kendaraan lebih tertib dan teratur.
Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan survei teknis untuk menentukan sistem pengaturan lalu lintas, termasuk durasi lampu dari masing-masing arah.
“Besok kami mulai survei untuk menghitung waktu tempuh dan pola antrean kendaraan. Setelah itu akan segera dilakukan pemasangan,” katanya.
Namun demikian, rencana tersebut masih menunggu kajian teknis lebih lanjut.
Kepala Dinas Perhubungan Ciamis, Uga Yugaswara, menyebut kunjungan pihak UPTD Wilayah III Jabar ke lokasi baru sebatas melihat kondisi di lapangan.
“Info dari petugas, UPTD Wilayah III Jabar kemarin hanya visit lokasi melihat situasi Cirahong,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (6/4/2026).
Ia menambahkan, dalam waktu dekat Bidang Lalu Lintas Dishub Jabar akan kembali melakukan peninjauan bersama UPTD Wilayah III, meski jadwalnya belum dipastikan.
“Terkait pemasangan lampu isyarat, rencananya akan dipasang APILL dari kedua arah. Tapi sebelumnya akan dilakukan survei lalu lintas untuk menentukan durasi lampu,” jelasnya.
Uga menyebut, hingga saat ini belum ada kepastian waktu pemasangan APILL tersebut.
“Untuk pemasangan belum tahu kapan pastinya, mudah-mudahan secepatnya bisa terealisasi,” pungkasnya.
Pemprov Jabar berharap, dengan adanya APILL dan penataan infrastruktur pendukung, arus lalu lintas di Jembatan Cirahong tetap aman dan lancar.(*)