TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Pria bernama Teddi Haryanto (40) warga Kabupaten Ogan Ilir, tewas mengenaskan usai truk batu bara yang dikemudikannya mengalami kecelakaan maut di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumsel.
Korban tewas dalam kondisi hangus terbakar dalam insiden tersebut, karena terjepit dalam kabin kendaraan yang terbakar dan tak bisa menyelamatkan diri.
Kecelakaan maut tersebut terjadi pada Kamis (9/4/2026) sekitar pukul 17.30 Wib di Jalan Hauling Km 108,5, Desa Ketapat Bening Kecamatan Rawas Ilir, Muratara.
Informasi di lapangan, kecelakaan bermula saat salah satu dump truk melaju dari arah Desa Ketapat Bening menuju Desa Macan Sakti dengan muatan batu bara.
Dalam waktu bersamaan, juga datang truk batubara yang melaju dari arah berlawanan yakni dari arah Desa Macan Sakti menuju Ketapat Bening, hingga akhirnya kedua kendaraan bertabrakan.
Akibat kecelakaan tersebut, mengakibatkan bagian depan kedua kendaraan terbakar, bahkan api dengan cepat membesar dan salah satu pengemudi ikut terbakar, karena tak sempat menyelamatkan diri.
"Betul kejadiannya di Rawas Ilir, tapi itu ranah Reskrim Polsek Rawas Ilir, karena laka itu bukan di jalan umum," kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Muratara, Aipda Iin Shodikin dikonfirmasi Sripoku.com, Jumat (10/4/2026).
Baca juga: Kronologi Sopir Truk Batu Bara Tewas Terbakar Saat Kecelakaan Maut di Muratara, Tabrakan Adu Kambing
Baca juga: 1 Orang Tewas Terbakar, Kecelakaan Maut di Muratara Libatkan 2 Truk Batu Bara
Sebelumnya Dua truk batu bara terlibat adu kambing di Jalan Hauling Km 108,5, Desa Ketapat Bening, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumsel, Kamis (9/4/2026) sekira pukul 17.30 WIB kemarin.
Akibat kecelakaan tersebut, seorang sopir truk tewas di tempat kejadian dan 2 orang lainnya mengalami luka-luka.
Identitas korban meninggal dunia diketahui bernama Teddy Haryanto, warga Desa Tanjung Atap Barat, Kabupaten Ogan Ilir.
Korban Teddy meninggal dunia secara tragis terbakar karena terjebak di dalam kabin kendaraan dan tidak bisa keluar.
Sementara itu, dua korban yang mengalami luka yakni Muhammad Rendi, warga Desa Lubuk Bintialo, Kecamatan Batanghari Leko, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).
Kemudian, Ravizal Sagala, warga Tanah Tinggi, Desa Gunting Saga, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Peristiwa kejadian itu melibatkan dua kendaraan mobil dump truk (DT) batu bara PT DSB yang dikendarai oleh Teddy Haryanto dengan mobil DT batu bara PT IPLS yang dikendarai oleh Muhammad Rendi dengan penumpang Muhammad Ravizal Sagala.
Kejadian bermula dari mobil DT milik PT IPLS dengan muatan batu bara melaju dari arah Ketapat Bening hendak menuju arah Desa Macang Sakti, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Banyuasin.
Kemudian, dari arah yang berlawanan ada mobil DT milik PT DSB dengan muatan kosong dari arah Macang Sakti hendak menuju Desa Ketapat Bening.
Kendaraan itu sedang memotong atau menyalip mobil DT lainnya yang melaju searah.
"Melihat mobil DT milik PT IPLS, Muhammad Rendi langsung membanting setir ke arah kanan dan mobil DT PT DSB yang dikendarai Teddy Haryanto juga banting setir ke arah yang sama," ungkap Kasat Reskrim Polres Muratara, Iptu Nasirin, kepada wartawan, Jumat (10/4/2026).
Seketika itu, terjadi tabrakan antara mobil DT tersebut, setelah tabrakan terjadi, kedua mobil itu mengeluarkan api pada bagian depan mobil sehingga mengalami kebakaran.
Sopir mobil Muhammad Rendi dan penumpang atas nama Muhammad Ravizal Sagala dari mobil DT PT IPLS berhasil menyelamatkan diri dengan cara keluar dari mobil.
Namun, sopir mobil DT PT DSB, Teddy Haryanto, terjepit di dalam mobil dan tidak bisa keluar.
"Sopir meninggal dunia di lokasi kejadian dalam kondisi hangus terbakar oleh kobaran api," ungkapnya.
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel