TRIBUNJOGJA.COM, ISLAMABAD – Laporan sejumlah media AS yang menyebutkan bahwa delegasi Iran telah tiba di ibu kota Pakistan tersebut untuk melakukan pembicaraan damai dengan Amerika Serikat dibantah oleh Iran.
Iran memastikan belum mengirim delegasinya ke Islamabad, Pakistan untuk melaksanakan pembicaraan damai dengan AS.
Ira menegaskan negara tidak aman mengirimkan delegasi sampai Israel menghentikan serangannya ke wilayah Lebanon.
Media semi resmi yang terafiliasi dengan Garda Revolusi Iran (IRGC), Tasnim News Agency, juga membantah bahwa delegasi Iran telah tiba di Pakistan.
"Tim negosiasi Iran belum tiba di Islamabad dan tidak memiliki rencana untuk menghadiri pembicaraan damai dengan AS sampai Israel menghentikan pengeboman di Lebanon," tulis laporan Fars.
Dalam laporannya, Iran menyebut apakah delegasinya akan datang atau tidak ke Pakistan untuk berpartisipasi dalam dialog damai tergantung dengan situasi di Lebanon.
Baca juga: Bukanya Cetak Prestasi, Kepala SMK di Brebes Malah Jadi Bos Oplos Gas Elpiji di Gudang Sekolah
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa pembicaraan apa pun yang bertujuan untuk mengakhiri konflik antara Iran, AS, dan Israel harus didasari pada komitmen nyata.
"Setiap pembicaraan yang bertujuan untuk mengakhiri perang antara Iran, AS, dan Israel akan bergantung pada kepatuhan Washington terhadap komitmen gencatan senjata di semua lini, terutama di Lebanon," ujar Baghaei.
Ketegangan ini terjadi di tengah meningkatnya intensitas serangan Israel ke Lebanon, meskipun upaya diplomatik terus berjalan.
Sebelumnya, sempat muncul pengumuman mengenai gencatan senjata selama dua pekan yang ditengahi oleh Pakistan.
Namun, terdapat perbedaan persepsi mengenai cakupan gencatan senjata tersebut.
Pakistan selaku mediator dan Iran menyatakan bahwa kesepakatan tersebut juga mencakup wilayah Lebanon.
Sebaliknya, Washington dan Israel menyebut Lebanon tidak termasuk dalam gencatan senjata. Data dari Pertahanan Sipil Lebanon menunjukkan dampak mematikan dari gelombang serangan besar-besaran Israel sejak Rabu (8/4/2026).
Sedikitnya 303 orang dilaporkan tewas dan 1.150 lainnya luka-luka dalam kurun waktu singkat tersebut.
Secara akumulatif, berdasarkan data Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan Israel ke Lebanon sejak 2 Maret telah menewaskan 1.888 orang dan 6.092 orang lainnya mengalami luka-luka.