Jembatan Karanganyar Kebumen Ditutup Total Sebulan, Pengendara Diminta Gunakan Jalur Alternatif
Rustam Aji April 10, 2026 04:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN – Akses utama Jalan Nasional III yang menghubungkan Kebumen dan Gombong resmi ditutup total mulai Jumat (10/4/2026).

Penutupan Jembatan Karanganyar ini dilakukan menyusul dimulainya proyek rehabilitasi lantai jembatan yang dijadwalkan berlangsung selama satu bulan penuh hingga 10 Mei 2026.

Akibat penutupan tersebut, kepadatan kendaraan dilaporkan terjadi di kedua ujung jembatan. Untuk mengurai antrean, pihak pelaksana telah menyediakan jembatan darurat di sisi utara jembatan utama yang difungsikan dengan sistem buka-tutup.

Pelaksana Pekerjaan dari PT Karya Adhi Kencana, Dwiyono, menjelaskan bahwa jembatan darurat tersebut hanya diperuntukkan bagi kendaraan ringan, sepeda motor, pejalan kaki, serta kendaraan darurat.

"Jembatan darurat ini diutamakan untuk akses ambulans dan anak sekolah. Karena antrean mulai memanjang, kami mengimbau kendaraan kecil untuk memilih jalur alternatif melalui Adimulyo atau Karangkemiri agar tidak terjadi penumpukan di sini," ujar Dwiyono di lokasi proyek, Jumat siang.

Sementara itu, kendaraan besar seperti bus dan truk dialihkan sepenuhnya menuju rute alternatif yang telah disosialisasikan sebelumnya melalui koordinasi dengan pihak kepolisian dan dinas terkait.

Personel kepolisian juga telah disiagakan di berbagai titik persimpangan untuk mengarahkan pengemudi.

Baca juga: Oknum Kepala SMK Swasta di Brebes Ditangkap, Nekat Oplos Gas Elpiji Subsidi di Gudang Sekolah

Alat Berat Sudah Mulai Digunakan

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah alat berat sudah mulai bekerja membongkar lantai jembatan sesaat setelah penutupan arus dilakukan. Dampak penutupan ini juga dirasakan oleh pengguna moda transportasi umum.

Sopir angkutan trayek Gombong-Kebumen kini harus berbagi rute, di mana penumpang terpaksa turun di ujung jembatan, berjalan kaki melewati jembatan darurat, lalu menyambung angkutan lain di seberangnya.

"Lebih baik begini daripada harus memutar jauh, meskipun penumpang harus jalan kaki sedikit," ungkap Haryanto, salah satu sopir angkutan umum setempat.

Rehabilitasi ini disambut baik oleh masyarakat meski harus mengalami hambatan mobilitas sementara. Shafa (18), seorang siswi SMKN 1 Karanganyar, menilai perbaikan jembatan utama sangat penting bagi keselamatan pengendara di jalur nasional yang padat tersebut.

Masyarakat yang akan melintasi wilayah Karanganyar, Kebumen, diminta untuk merencanakan waktu perjalanan lebih awal atau menggunakan jalur alternatif guna menghindari kepadatan di sekitar area proyek. (Ais)

Baca juga: Pecah Telur Hari Bebas Kendaraan di Salatiga, Wali Kota Robby Bersepeda ke Kantor

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.