Pemdes Kalijaga Timur Keluhkan Jalan Rusak, Padahal PAD Capai Miliaran Rupiah per Tahun
Idham Khalid April 10, 2026 04:07 PM

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Jalan sepanjang kurang lebih tiga kilometer yang menghubungkan wiayah Bagiknyaka hingga  Kantor Desa Kalijaga Timur, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur kondisinya memprihatinkan. 

Jalan kabupaten yang menjadi akses vital antar kecamatan dan menuju sejumlah pondok pesantren ini seolah dilupakan pemerintah daerah, padahal potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari kawasan tersebut mencapai miliaran rupiah per tahun.

Kepala Desa Kalijaga Timur, Hiswatun, mengungkapkan kekecewaan mendalam atas minimnya perhatian pemerintah kabupaten. Menurutnya, jalan tersebut sudah rusak sejak zaman penjabat (PJ) sebelumnya, dan hingga kini tak kunjung diperbaiki.

"Sejak zamannya PJ, jalan ini sudah rusak parah. Puluhan tahun, dari Baghnyaka sampai kantor desa yang panjangnya sekitar 3 km ini sudah rusak parah. Ketika musim hujan seperti kolam, ketika musim kemarau seperti hari ini, berdebu luar biasa," kata Hiswatun saat ditemui di kantornya pada Jumat (10/4/2026).

Hiswatun menceritakan, pihak desa sudah berkali-kali mengajukan proposal, bahkan hingga tak terhitung jumlahnya. Pada rapat koordinasi di ruang kantor bupati, dirinya sempat menyampaikan langsung kondisi jalan tersebut.

"Pak Bupati saat itu meminta kami buat proposal. Tiga hari kemudian kami antar langsung ke pendopo, sampai menunggu tengah malam. Proposal diterima tahun 2024, tapi tidak ada jawaban," kenangnya.

Namun, harapan kembali pupus. Pada akhir tahun 2025, saat pemerintah kabupaten merilis data penerima program multi dengan anggaran Rp250 miliar, ruas jalan Kalijaga Timur tidak masuk dalam daftar. Warga pun sempat protes dengan aksi membelokir dan menanam pisang di badan jalan.

"Aksi itu sempat ramai dan direspons positif Wakil Bupati. Beliau datang saat MTQ tingkat kecamatan di Kalijaga Timur dan melintasi jalan ini. Setelah itu, Pak Wabub meminta Pak Sekcam untuk mendata potensi di desa kami. Hasilnya, potensi PAD dari enam lokasi di Kalijaga Timur mencapai lebih dari 3 miliar rupiah per tahun," jelas Hiswatun.

Baca juga: Pemprov NTB Andalkan Dana BTT untuk Perbaikan Jalan Rusak Pasca Banjir

Proposal pun kembali disampaikan ke Bupati, Dewan, Wakil Bupati, hingga Dinas Pekerjaan Umum (PU). Hiswatun mengaku sempat dipanggil ke kantor PU dan bertemu dengan Kepala Dinas serta Kabid Bina Marga.

"Kami dipanggil, dan Pak Kabid Bina Marga waktu itu melaporkan bahwa Kalijaga Timur akan jadi prioritas. Bahkan sempat dijanjikan akan dibangun gorong-gorong. Kami sudah bangun gorong-gorongnya, Pak Kadis. Artinya sempat dijanjikan," tegasnya.

Namun, janji itu tak kunjung terealisasi. Di awal tahun 2026, program multi Rp250 miliar mulai dikerjakan, dan warga kembali bertanya-tanya mengapa ruas jalan mereka diabaikan. Selesai Lebaran kemarin, Hiswatun bersama tokoh masyarakat dan pemuda kembali menghadap Bupati.

"Pak Bupati menyampaikan masih ada sisa anggaran sekitar Rp21 miliar. Kami lalu menghadap ke Sekretaris Dinas PU, dan memang betul masih ada sisa. Mudah-mudahan Kalijaga Timur menjadi prioritas karena potensinya luar biasa bagi PAD Lombok Timur," harapnya.

Hiswatun menegaskan, jalan tersebut bukan hanya jalur desa, melainkan lintas kecamatan yang menghubungkan Mamben Baru Kecamatan Wanasaba, Korleko Kecamatan Labuhan Haji, Lenek, hingga Desa Kalijaga. Setiap pagi, puluhan anak dari berbagai desa melintas menuju pondok pesantren seperti Darus Shihin, Asunah, Jamaluddin, serta SMA Negeri 1 Aikmel.

"Kami sudah buat peraturan desa mengatur keluar masuk dam truk yang mengangkut pasir dari galian C, dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore. Itu agar anak-anak nyaman berangkat sekolah,” ujarnya lirih.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.