POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Di sudut toko Jaya 88 di Kabupaten Belituhg Timur, sang pemilik, Doni merapikan tumpukan plastik yang tersusun di rak-rak kayu, Jumat (10/4/2026). Namun, di balik aktivitas itu, terselip kecemasan dalam dirinya.
Doni merasa bisnis toko plastiknya belakangan ini terasa seperti sedang berada di jalan yang sedikit tersendat.
Kondisi ekonomi global yang dipicu oleh konflik internasional memberikan dampak nyata. Harga plastik saat ini melonjak drastis seiring tersendatnya pasokan bahan baku dunia.
"Harganya naik terus, tiap hari, bahkan tiap jam harganya bisa berubah. Turunnya sih belum pernah kelihatan," ujar Doni.
Doni menjelaskan hampir semua jenis barang plastik di tokonya mengalami lonjakan harga yang signifikan hingga menyentuh angka 60-70 persen.
Mulai dari kantong kresek HD, plastik es batu, hingga jenis PE kini melonjak. Doni pun merasakan efeknya langsung, yaitu omzet yang menurun drastis.
"Dampaknya ya omzet menurun. Karena harga jual tinggi, pembeli pun jadi berkurang jauh dibanding sebelumnya," ucapnya.
Doni melihat perubahan perilaku pembeli. Jika biasanya pelanggan datang membeli dalam partai besar, kini berbeda.
Doni mengatakan para pelanggan yang sebagian besar adalah pedagang kuliner dan UMKM kini cenderung membeli dalam partai kecil. Mereka hanya sanggup membeli secukupnya untuk kebutuhan harian.
"Sekarang belinya partai kecil. Kalau partai besar sudah jarang, pengaruh harga tadi," ungkapnya.
Doni melakukan strategi yang cukup berani. Di depan tokonya, kini terpampang pengumuman mengenai perubahan caranya berjual.
Doni yang biasa menjual plastik dalam hitungan ikat atau grosir, kini terpaksa menjual per bungkus.
"Kalau dulu kan saya jual per ikat, nah sekarang dipecah jadi jual per bungkus. Jadi harga kan agak stabil," ujarnya.
Meski begitu, keluhan dari pelanggan tetap saja ada. Hampir setiap orang yang datang ke Toko Jaya 88 mengeluhkan hal yang sama, yaitu mahal.
"Semua, semua pelanggan mengeluh," ucap Doni.
Doni tak berani menyimpan barang terlalu banyak di gudang di tengah harga yang cenderung merangkak naik ini.
"Enggak berani stok banyak sih. Beli secukupnya, jual secukupnya saja sekarang," ungkapnya.
Doni kini hanya bisa berharap adanya bantuan pemerintah untuk membantu menstabilkan harga bahan baku.
Doni berharap harga bahan baku bisa turun sedikit saja agar beban yang dipikul pedagang dan pembeli tidak terlalu berat.
(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)